RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, KANDANGAN - Kemarau membawa perubahan pada aliran Sungai Amandit di RT 04, Desa Jambu Hulu, Kecamatan Padang Batung, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).
Debit sungai yang menyusut menyingkap hamparan batu di tengah aliran. Pemandangan itu justru menjadi daya tarik baru dan kini ramai dikunjungi warga setelah viral di media sosial.
Lokasi tersebut kemudian dikenal sebagai wisata Batu Ampar. Warga datang untuk menikmati suasana sungai, mandi, hingga piknik bersama keluarga.
Penjaga wisata Batu Ampar, Nizwar Latief, mengatakan objek wisata itu baru dibuka sekitar sebulan terakhir. Seiring viral di media sosial, jumlah pengunjung terus meningkat, terutama saat akhir pekan.
“Sudah kurang lebih satu bulan kami buka. Semenjak kemarau ini sungai menjadi surut dan batu-batunya jadi kelihatan. Ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan,” ujar Latief, Minggu (16/8/2026).
Menurutnya, lonjakan pengunjung paling terasa pada Jumat, Sabtu, dan Minggu. Wisatawan biasanya mulai berdatangan sejak sore hari.
Pengelola tidak menetapkan tarif masuk. Pengunjung hanya diminta membayar secara sukarela untuk parkir dan operasional petugas.
“Kami tidak mematok tarif wisata. Silakan bayar secara sukarela saja untuk upah petugas parkir,” jelasnya.
Bagi wisatawan yang ingin bermain atau mandi di sungai, pengelola juga menyediakan tempat ganti pakaian.
Bahrani, wisatawan asal Desa Binderang, Kabupaten Tapin, mengaku baru pertama kali mengunjungi Batu Ampar. Ia mengetahui lokasi tersebut dari seorang teman.
“Dapat informasinya dari teman. Sekalian tadi jenguk anak di Ponpes, lanjut ke sini berwisata bersama keluarga, membawa anak-anak mandi. Mumpung hari libur,” ujarnya.
Selain bermain air, wisatawan memanfaatkan tepian sungai untuk bersantai dan piknik bersama keluarga maupun pasangan.
Meski menjadi daya tarik baru, pengelola mengingatkan wisatawan tidak mengabaikan keselamatan. Pengunjung yang tidak bisa berenang diminta tidak masuk ke bagian sungai yang dalam dan berarus deras.
Khusus anak-anak, orang tua diminta terus mengawasi selama bermain di sekitar sungai.
Editor : Eddy Hardiyanto