RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarbaru – Upaya menjaga kesehatan gigi dan mulut di lingkungan sekolah tidak hanya melibatkan tenaga kesehatan. Anak-anak sekolah dasar juga dapat berperan sebagai penggerak kesehatan bagi teman sebayanya.
Hal tersebut dikembangkan Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin melalui program Promotor Cilik (ProCil) di SDN 3 Sungai Besar, Kota Banjarbaru.
Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan sebagai respons terhadap masih tingginya permasalahan kesehatan gigi, khususnya karies, pada anak usia sekolah dasar. Melalui pendekatan teman sebaya, siswa dibekali pengetahuan dan keterampilan menyikat gigi untuk kemudian menyampaikan kembali informasi tersebut kepada teman-temannya.
Kegiatan ProCil diawali dengan pembentukan Tim ProCil di SDN 3 Sungai Besar pada Mei 2026. Para anggota tim mendapatkan pembekalan mengenai berbagai materi kesehatan gigi dan mulut, mulai dari pengenalan karies, cara menyikat gigi yang baik dan benar, makanan dan minuman yang baik bagi kesehatan gigi, hingga pengenalan alat-alat kedokteran gigi sederhana.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Kepala SDN 3 Sungai Besar, Ibu Praptini Dasawati, M.Pd.
Tidak hanya menerima materi, anggota ProCil juga diberikan kesempatan mempraktikkan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh. Puncak kegiatan dilaksanakan pada 31 Juli 2026, saat Tim ProCil memberikan penyuluhan kesehatan gigi kepada teman sebaya di ruang media SDN 3 Sungai Besar.
Pendekatan teman sebaya membuat penyampaian informasi kesehatan gigi lebih dekat dengan dunia anak. Anggota ProCil tidak hanya belajar mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi, tetapi juga dilatih berkomunikasi, membangun kepercayaan diri, serta mengajak teman-temannya menerapkan perilaku hidup sehat.
Ketua Tim ProCil, Sri Nuryati, S.KM., M.Si., mengatakan program tersebut dirancang untuk menempatkan anak sebagai bagian dari solusi dalam meningkatkan kesehatan gigi dan mulut di lingkungan sekolah.
Program ProCil merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin yang diketuai Sri Nuryati, S.KM., M.Si., bersama anggota Muhammad Yusril Pratama, S.Tr.Kes., M.Kes., dan Hilwatun Nisa, S.Tr.Kes. Kegiatan ini juga didukung empat mahasiswa, yakni Alya Zatalini, Felicia Firjatul Laily, Nur Azizah, dan Saharuddin.
Guru pendamping ProCil SDN 3 Sungai Besar, Lesi, mengatakan kegiatan tersebut rencananya akan dilanjutkan sebagai kegiatan pembiasaan bagi siswa.
Menurutnya, keberlanjutan program diharapkan membuat edukasi kesehatan gigi dan mulut tidak berhenti pada kegiatan penyuluhan, tetapi menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari siswa.
Melalui pemberdayaan teman sebaya, Tim ProCil diharapkan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam menjaga kebersihan gigi dan mulut diharapkan mendorong terbentuknya kebiasaan menyikat gigi yang baik serta membantu menekan risiko kerusakan gigi pada anak.
Program ini sekaligus menunjukkan bahwa upaya menjaga kesehatan gigi dapat dimulai dari lingkungan terdekat anak, termasuk melalui peran teman sebaya.
Editor : Nurhidayat