RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, TANJUNG -
Musim kemarau mulai meningkatkan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Tabalong.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabalong mencatat 14 kejadian karhutla dalam beberapa hari terakhir. Luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 44 hektare.
Kepala Pelaksana BPBD Tabalong, Haris Fakhrozi, mengatakan sejumlah titik karhutla tersebar di beberapa wilayah, di antaranya Desa Walangkir, Kecamatan Tanta, Desa Hapalah, Kecamatan Banua Lawas, dan Desa Seradang, Kecamatan Haruai.
"Kemarau ini sudah ada beberapa kejadian bencana karhutla terutama lahan, dengan luasan sekitar 44 hektare," katanya, Kamis (13/8/2026).
Haris mengingatkan ancaman karhutla masih berpotensi meningkat. Musim kemarau diperkirakan berlangsung hingga akhir tahun dengan kondisi paling kering diprediksi terjadi pada September.
"Puncaknya pada bulan September," tegasnya.
Menurut Haris, prediksi tersebut mengacu pada informasi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang diterima BPBD Tabalong.
"Menurut rilis yang disampaikan BMKG, selama 30 tahun terakhir puncaknya ini memang di 2026," terangnya.
Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan. Warga diimbau tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.
Jika pembakaran terpaksa dilakukan, Haris meminta masyarakat memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi.
"Jangan buang puntung rokok sembarangan," tegasnya.
Ia juga menyarankan pembukaan lahan dilakukan dengan cara mekanis. Masyarakat dapat bergotong royong membersihkan lahan secara bergantian tanpa menggunakan api.
Jika terjadi kondisi darurat atau ditemukan titik api, masyarakat diminta segera melapor kepada aparat desa, relawan maupun BPBD Tabalong.
"Apabila keadaan emergency, silakan menghubungi aparat desa terdekat, relawan, atau langsung ke BPBD Kabupaten Tabalong di nomor 082210107129," imbuhnya.
Editor : Eddy Hardiyanto