RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, PARINGIN - Urat nadi perekonomian warga pedesaan di Kabupaten Balangan mendapat suntikan fasilitas baru. Sebanyak sembilan belas unit jembatan yang diberi nama jembatan merah putih secara bertahap dibangun menyebar di empat kecamatan guna membuka keterisolasian akses perkebunan dan pertanian masyarakat.
Salah satu infrastruktur yang baru saja rampung dan mulai difungsikan adalah jembatan merah putih di Desa Mampari, Kecamatan Batumandi. Jembatan baru ini memiliki ukuran yang lebih lebar serta dilengkapi pagar pengaman, jauh berbeda dengan kondisi akses penyeberangan sebelumnya yang hanya berupa kayu lapuk dan membahayakan keselamatan warga saat melintasi sungai.
Perubahan kondisi fisik jembatan ini langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar. Fauzi, salah seorang warga Desa Mampari menyatakan bahwa rampungnya fasilitas tersebut mengakhiri kecemasan warga yang setiap hari harus bertaruh nyawa menyeberang menuju kebun.
"Dulu jembatannya kecil dan sudah rusak parah. Setiap kali melintas, warga harus lebih hati-hati dan waspada, karena menyeberangi sungai," tutur Fauzi pada Kamis (13/8).
Menurutnya, akses yang memadai dengan identitas warna kebangsaan ini secara langsung akan memperlancar aktivitas perekonomian desa karena warga tidak lagi kesulitan mengangkut hasil panen.
"Sekarang sudah dibangun jembatan merah putih, jalannya jauh lebih nyaman dilewati, ukurannya lebih besar dan dilengkapi pagar pengamanan yang kokoh," tambahnya.
Terbangunnya belasan fasilitas vital di pelosok desa ini tidak lepas dari intervensi program sosial lintas instansi. Kepolisian Resor Balangan mengambil peran sebagai inisiator pembangunan sembilan belas jembatan merah putih presisi yang tersebar mulai dari Kecamatan Batumandi, Tebing Tinggi, Halong, hingga Lampihong.
Kapolres Balangan, AKBP Arif Mansyur Supartono yang meresmikan langsung jembatan di Desa Mampari menyebutkan bahwa perbaikan infrastruktur adalah kunci untuk menggerakkan ekonomi masyarakat bawah. Langkah ini diambil karena aparat kerap menerima keluhan warga soal kendala mobilitas harian.
"Pembangunan jembatan merah putih ini adalah bentuk kepedulian dan pengabdian kami, khususnya dalam membuka akses warga yang selama ini mengalami kendala mobilitas sehari-hari," jelas Arif.
Ia memaparkan bahwa fasilitas fisik tersebut harus dilihat fungsinya secara luas demi kemajuan desa.
"Keberadaan jembatan ini memiliki makna strategis sebagai sarana penghubung untuk memperoleh akses pendidikan, pelayanan kesehatan serta mendorong aktivitas perekonomian," urainya.
Peran kepolisian dalam menyentuh langsung perbaikan fasilitas umum ini dinilai sangat membantu agenda pembangunan pemerintah daerah. Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Balangan, Tuhalus yang hadir mewakili bupati memastikan bahwa sinergi semacam ini akan terus didorong.
Editor : Arif Subekti