RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarbaru – PT Pamapersada Nusantara Distrik BBSO berkolaborasi dengan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kalimantan Selatan memberikan edukasi keselamatan berkendara kepada siswa SMK Negeri 2 Banjarbaru.
Kegiatan yang merupakan bagian dari implementasi program PAMA Safe School tersebut berlangsung di Aula SMKN 2 Banjarbaru, Kamis (13/8/2026).
Sekitar 95 siswa perwakilan dari berbagai jurusan, mulai tingkat 10 hingga 12, mengikuti kegiatan tersebut. Edukasi diberikan untuk menumbuhkan kesadaran dan kedisiplinan siswa dalam berlalu lintas, sekaligus membangun kebiasaan berkendara yang aman sejak dini.
BBSO Head PT Pamapersada Nusantara, Arif Cahyadi, mengatakan PAMA Safe School merupakan program perusahaan untuk memperkenalkan budaya keselamatan kepada siswa sejak berada di bangku sekolah.
Menurutnya, keselamatan tidak seharusnya hanya dijalankan ketika ada pengawasan atau razia. Namun, harus menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari.
“Ketika memakai helm jangan karena yakin ada razia. Ke mana pun kita berkendara, selalu menggunakan helm harus sudah menjadi bagian dari bagaimana kita menjalani hidup. Itu kebutuhan dan kesadaran,” ujarnya.
Ia menekankan, keselamatan berkendara harus dilakukan secara berulang hingga menjadi budaya positif.
“Keselamatan bukan hanya sekadar menjalankan aturan, tapi bagaimana itu menjadi kebiasaan yang berulang-ulang sehingga menjadi budaya baik,” katanya.
Arif menjelaskan, PAMA meyakini kecelakaan dapat dicegah melalui perilaku yang disiplin dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas.
“Di PAMA kita percaya bahwa kecelakaan itu bisa dicegah di manapun. Itu harus kita tanamkan. Kecelakaan itu bisa dicegah dengan mengikuti rambu-rambu lalu lintas yang harus kita pahami dan patuhi,” tuturnya.
Ia berharap edukasi tersebut tidak hanya berhenti pada siswa yang hadir, tetapi juga dapat diteruskan kepada teman, keluarga dan lingkungan sekitar.
“Semoga niat baik ini bisa tertular kepada siswa yang tidak ikut kegiatan ini dan di lingkungan sekitar,” tambahnya.
Arif mengatakan, salah satu fokus PAMA Safe School adalah mempersiapkan pola pikir keselamatan siswa sebelum memasuki dunia kerja. Karena itu, edukasi keselamatan berkendara menjadi bagian penting dalam membangun mindset tersebut.
“Kita ingin mereka ketika memasuki dunia pekerjaan nantinya, mindset dan pola pikir keselamatannya sudah terbentuk,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala SMKN 2 Banjarbaru, Hj Nurul Huda, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut.
Ia menilai edukasi keselamatan berkendara sejalan dengan visi dan misi sekolah yang tidak hanya berorientasi pada kompetensi siswa di bidang keahlian, tetapi juga pembentukan karakter dan kedisiplinan.
“Kami sangat berterima kasih kepada PT PAMA BBSO yang bekerja sama dengan Ditlantas Polda Kalsel. Ini sesuai dengan visi misi sekolah kami, bukan hanya mencetak siswa yang punya akhlak mulia dan kompetensi, tetapi juga disiplin berkendara,” ujarnya.
SEMANGAT: Siswa-siswi SMKN 2 Banjarbaru antusias mengikuti edukasi keselamatan berkendara dalam program PAMA Safe School bersama PT Pamapersada Nusantara BBSO dan Ditlantas Polda Kalsel.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menumbuhkan kesadaran siswa untuk tertib berlalu lintas, termasuk menggunakan helm berstandar SNI, membawa kelengkapan surat kendaraan, tidak menggunakan telepon seluler saat berkendara serta menghindari aksi kebut-kebutan.
“Semoga kegiatan ini menumbuhkan kesadaran berlalu lintas dan disiplin yang baik kepada siswa kami,” katanya.
Di tempat yang sama, Kepala Subdirektorat Keamanan dan Keselamatan (Kasubdit Kamsel) Ditlantas Polda Kalsel, AKBP Dr. Dese Yulianti, S.H., M.A.P., mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan PT Pamapersada Nusantara BBSO bersama SMKN 2 Banjarbaru.
Ia menyebut PAMA dan SMKN 2 Banjarbaru turut menjadi bagian dalam upaya mendorong budaya keselamatan berlalu lintas di kalangan generasi muda.
“Terima kasih PT PAMA BBSO yang sudah menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas dan SMKN 2 Banjarbaru yang juga menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas,” ujarnya.
Menurut Dese, edukasi tersebut penting karena kelompok usia pelajar merupakan salah satu pengguna jalan yang perlu mendapatkan pemahaman mengenai keselamatan dan ketertiban berlalu lintas.
Dalam kegiatan tersebut, siswa mendapatkan pemahaman mengenai aturan lalu lintas serta pentingnya tertib berkendara demi keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Ia berharap materi yang diberikan tidak berhenti sebagai pengetahuan semata, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapannya ini bukan hanya sekadar formalitas, tapi dilaksanakan,” tegasnya.
Editor : Nurhidayat