RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, AMUNTAI – Penanganan sedimentasi di bawah Jembatan Pasar Babirik, Kecamatan Babirik, mendapat perhatian serius Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (Pemkab HSU). Bupati dan Wakil Bupati HSU, H Sahrujani dan Hero Setiawan kembali turun langsung mengecek kondisi lokasi, Minggu (9/8/2026).
Peninjauan dilakukan untuk memastikan sedimentasi yang sebelumnya menghambat aliran sungai telah ditangani dengan cepat dan tepat.
Sebelumnya, Jumat (7/8/2026), Sahrujani menegaskan penanganan sedimentasi di bawah jembatan tidak memungkinkan dilakukan secara manual. Volume sedimentasi yang cukup besar membutuhkan alat berat agar proses pengerukan lebih cepat dan efektif.
Atas arahan Bupati, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) HSU kemudian berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III. Hasilnya, alat berat berupa excavator amphibious dikerahkan untuk melakukan pengerukan dan pembersihan sedimentasi.
Saat kembali meninjau lokasi pada Minggu (9/8/2026), Sahrujani dan Hero melihat langsung hasil pekerjaan tersebut. Tumpukan sedimentasi yang sebelumnya berada tepat di bawah jembatan telah dibersihkan. Alur sungai pun terlihat lebih lega dan rapi.
Sahrujani mengapresiasi gerak cepat jajaran PUPR HSU yang langsung menindaklanjuti instruksinya dengan berkoordinasi bersama BWS Kalimantan III.
Menurut dia, sinergi Pemerintah Daerah dengan Pemerintah Pusat diperlukan untuk menangani persoalan infrastruktur dan aliran sungai, terutama di titik yang membutuhkan peralatan khusus.
“Penanganan seperti ini harus cepat. Kalau memang tidak bisa dilakukan secara manual, segera koordinasikan dengan pihak yang memiliki alat dan kewenangan. Yang terpenting masyarakat mendapatkan manfaat dan kondisi di lapangan bisa segera ditangani,” tegasnya.
Dia juga meminta jajaran terkait tidak berhenti pada pengerukan. Pemantauan terhadap kondisi alur sungai di sekitar jembatan harus terus dilakukan. Jika kembali terjadi penumpukan sedimentasi, penanganan diharapkan dapat segera dilakukan.
Sementara itu, Hero Setiawan atau yang akrab disapa Iwan Alabio turut memastikan kondisi lokasi setelah pengerukan.
Menurutnya, penanganan sedimentasi merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga kelancaran aliran sungai sekaligus mendukung keamanan dan kenyamanan masyarakat yang beraktivitas di kawasan Pasar Babirik.
“Pengecekan langsung ini penting untuk memastikan pekerjaan benar-benar memberikan hasil dan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Penanganan sedimentasi tersebut terlaksana melalui koordinasi Dinas PUPR HSU dengan BWS Kalimantan III atas arahan H Sahrujani.
Dengan pembersihan sedimentasi, kondisi alur sungai di bawah Jembatan Pasar Babirik kini lebih lega, bersih, dan rapi. Pemkab HSU memastikan koordinasi lintas instansi akan terus diperkuat untuk menangani persoalan serupa secara cepat demi kepentingan masyarakat.
Editor : Fauzan Ridhani