RADARBANJARMASIN.JAWAPO.COM, Kandangan - BPBD Hulu Sungai Selatan mencatat, hingga Rabu (12/8/2026) seluas 92.70 hektare lahan terbakar dari 36 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sudah terjadi di sejumlah wilayah HSS.
Dari total luas lahan yang terbakar tersebut, baru 40,25 hektare yang tertangani.
Kepala Pelaksana BPBD HSS, Ika Aguspiannor Hidayatullah mengatakan, hingga saat ini yang menjadi kendala penanganan karhutla adalah karena sulitnya menjangkau beberapa titik karhutla.
"Oleh sebab itu, beberapa karhutla tidak bisa dipadamkan sepenuhnya, hanya sebagian lahan yang terbakar yang berhasil dipadamkan," ujar Ika.
Untuk mendukung penanganan di lokasi yang sulit dijangkau tersebut, BPBD HSS menerima bantuan sarana dan prasarana penanganan karhutla dari BNPB pusat yang diserahkan oleh Bupati HSS H. Syafrudin Noor pada Rabu pagi (12/8/2026).
Bantuan tersebut berupa 1 unit pompa 6HP selang panjang, 3 roll selang, 3 unit pompa jinjing 2HP, 2 unit water tank portable 5000 liter, 1 unit tenda pengungsi, 20 unit APD Karhutla, 1 unit alat bantu pernapasan, serta kendaraan operasional sebanyak 2 unit motor trail.
Menurut Ika, sejumlah sarpras tersebut akan langsung digunakan untuk mendukung kebutuhan petugas di lapangan.
"Dari 2 unit trail ini, 1 unit akan digunakan tim Pusdalops berpatroli memantau lokasi-lokasi yang berpotensi terjadi karhutla, unit yang satunya untuk penanganan karhutla," jelas Ika.
Selain mendukung mobilitas petugas, peralatan pemadaman juga disiapkan untuk menyesuaikan kondisi di lokasi. Pompa jinjing dapat dibawa mendekati area yang terbakar, sedangkan pompa 6 HP dan selang panjang membantu memperluas jangkauan aliran air saat pemadaman. Tambahan selang juga dapat digunakan ketika titik api berada cukup jauh dari posisi sumber air atau pompa.
Sementara dua unit water tank berkapasitas 5.000 liter akan ditempatkan di wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan. Menurut Ika, selain menjadi tempat penampungan air, water tank tersebut dapat digunakan sebagai titik transit atau estafet air untuk pemadaman karhutla.
"Juga bisa digunakan sebagai transit atau estafet air untuk pemadaman karhutla," tambah Ika.
Adapun alat bantu pernapasan digunakan untuk membantu petugas saat melakukan pemadaman di kawasan dengan kondisi asap tebal. Sedangkan APD Karhutla menunjang perlindungan petugas selama melakukan penanganan di lapangan.
Dengan tambahan sarpras tersebut, peralatan yang dimiliki BPBD HSS dapat digunakan sesuai kondisi medan dan kebutuhan penanganan, khususnya saat petugas harus melakukan pemadaman di lokasi yang sulit dijangkau.
Editor : Sutrisno