Tidak Hujan Selama Enam Pekan, Petani Hortikultura di Tabalong Gelisah

Ibnu Dwi Wahyudi • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 15:20 WIB
Petani di Tabalong saat menyirami tanaman miliknya dengam air seadanya.(Ibnu Dwi Wahyudi/Radar Banjarmasin)
Petani di Tabalong saat menyirami tanaman miliknya dengam air seadanya.(Ibnu Dwi Wahyudi/Radar Banjarmasin)

 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Tanjung - Para petani hortikultura di Kabupaten Tabalong mulai gelisah berharap hujan. Pasalnya, sudah satu bulan setengah atau enam pekan ini tidak ada turun di musim kemarau ini, Selasa (11/8/2026).

Mereka kesulitan mendapatkan air untuk menyirami tanaman hortikultura yang mereka budidaya. Sumber air terdekat pun telah kering dan tidak lagi menyisakan air. Harapannya hanya dari hujan.

Kalaupun ada air, mereka harus berusaha keras dengan mengakut dari rumah menuju lahan pertanian, yang jaraknya cukup jauh. 

Raihan, petani jagung sangat berharap ke pemerintah dapat mengupayakan agar turun bisa turun kembali, karena berdampak besar bagi para petani.

"Contohnya seperti tanaman jagung di kebun saya. Harusnya di usia 70 hari sudah panen, tapi ini sudah dua bulan pertumbuhannya terhenti. Tidak ada perkembangan," katanya. 

Rahman, petani cabai berharap pemerintah bisa melakukan hujan buatan untuk menyirami tanamannya.

Selain itu dia membutuhkan sarana pertanian lainnya, khususnya sumur bor untuk cadangan air untuk menyiram tanaman. "Yang butuh juga bibit, mulsa dan pembuatan sumur," katanya. 

Editor : M Oscar Fraby
Tabalong petani hortikultura