RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Amuntai – Pohon mahoni berusia puluhan tahun yang selama ini menjadi peneduh di kawasan Lapangan Pahlawan Amuntai, Jalan Kuripan, Kelurahan Murung Sari, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), kini tinggal kenangan.
Pohon yang menjulang belasan meter tersebut ditebang. Padahal, keberadaannya telah menjadi bagian dari lanskap Lapangan Pahlawan dan menyimpan kenangan bagi sejumlah warga Kota Amuntai.
Ogi, salah seorang warga Amuntai, mengaku sudah mengenal pohon tersebut sejak masih duduk di bangku sekolah dasar (SD). “Waktu saya SD, pohon itu sudah ada. Saat itu sudah sangat besar,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ety, warga Kota Amuntai. Menurut dia, keberadaan pohon mahoni selama ini memberikan kesejukan bagi warga yang beraktivitas maupun bersantai di sekitar lapangan.
“Dulu terasa sejuk. Sekarang agak panas, khususnya siang sampai sore,” katanya.
Namun, di balik penebangan pohon yang telah berusia lebih dari 80 tahun tersebut, terdapat rencana penataan kawasan Lapangan Pahlawan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) HSU, Amos Silitonga mengatakan, penebangan dilakukan untuk mendukung penataan lapangan, terutama menjelang pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Menurutnya, kawasan tersebut akan menjadi salah satu bagian penting dalam pelaksanaan rangkaian kegiatan 17 Agustus. Salah satunya berkaitan dengan akses Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka).
“Pohon mahoni ditebang untuk kegiatan 17 Agustus. Rencananya Paskibraka akan masuk melalui jalan baru dari sisi kiri lapangan,” ujar Amos, Selasa (11/8/2026).
Selain mendukung kelancaran akses Paskibraka, penataan tersebut juga dilakukan dengan mempertimbangkan aspek estetika kawasan.
“Jadi, ditebang untuk estetika di sekitar lapangan kebanggaan HSU,” katanya.
Ia menambahkan, faktor keselamatan juga menjadi pertimbangan. Pohon mahoni yang sudah berusia puluhan tahun tersebut dikhawatirkan tumbang ketika terjadi angin kencang yang disertai hujan.
Terlebih, di sekitar lokasi terdapat fasilitas publik yang baru selesai dibangun, yakni lapangan tenis dalam ruangan. Jika pohon tumbang, fasilitas tersebut dikhawatirkan ikut terdampak.
“Pertimbangan lainnya, pohon tersebut dikhawatirkan ambruk saat musim angin disertai hujan,” jelasnya.
Penataan kawasan juga mencakup upaya mengembalikan fungsi trotoar di sekitar Lapangan Pahlawan. Dengan demikian, kawasan yang selama ini menjadi ruang publik warga diharapkan semakin tertata, aman, dan nyaman digunakan.
Meski begitu, bagi sebagian warga, hilangnya pohon mahoni tersebut tetap meninggalkan cerita tersendiri. Pohon yang selama puluhan tahun menjadi peneduh itu kini berganti menjadi bagian dari wajah baru Lapangan Pahlawan Amuntai.
Editor : M Oscar Fraby