Cegah Karhutla di Tala Meluas, Deteksi Dini dan Respons Cepat Diperkuat

Norsalim Yahya • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 14:21 WIB
MENGECEK: Kapolres Tala AKBP Ricky Boy Siallagan mengecek kesiapan sarana prasarana penanggulangan karhutla yang dimiliki personilnya. (Foto: Humas Polres Tala)
MENGECEK: Kapolres Tala AKBP Ricky Boy Siallagan mengecek kesiapan sarana prasarana penanggulangan karhutla yang dimiliki personilnya. (Foto: Humas Polres Tala)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Pelaihari - Kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Tanah Laut (Tala) diperkuat.

Deteksi dini dan kecepatan penanganan menjadi perhatian untuk mencegah titik api berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

Kesiapan personel dan sarana prasarana penanggulangan karhutla dicek dalam Apel Gelar Pasukan dan Sarpras Siaga Karhutla 2026 di Lapangan Apel Polres Tala, Selasa (11/8/2026).

Kapolres Tala AKBP Ricky Boy Siallagan meminta personel terus memantau kondisi di lapangan. Setiap informasi mengenai titik api maupun potensi karhutla harus segera dilaporkan agar dapat ditindaklanjuti.

"Pantau terus perkembangan di lapangan dan segera laporkan untuk ditindaklanjuti. Utamakan keselamatan dalam setiap pelaksanaan tugas," katanya.

Menurutnya, respons cepat diperlukan karena penanganan pada tahap awal dapat mencegah api meluas. Informasi yang masuk juga perlu segera diverifikasi dan dikoordinasikan dengan instansi terkait untuk menentukan langkah penanganan.

Kesiapsiagaan tidak hanya menyangkut personel, tetapi juga peralatan yang digunakan untuk menghadapi kebakaran. Kesiapan sarana prasarana dipastikan agar petugas dapat langsung bergerak ketika terjadi karhutla.

Aspek keselamatan juga menjadi perhatian, terutama jika pemadaman melibatkan water bombing. Area yang menjadi sasaran jatuhan air dari udara harus disterilkan dari masyarakat maupun petugas.

"Untuk area water bombing agar disterilkan karena air yang jatuh cukup berbahaya. Pastikan keselamatan masyarakat dan anggota menjadi prioritas," pesannya.

Terakhir, Ricky mengatakan, penanganan karhutla juga membutuhkan koordinasi antarpihak.

“Setiap laporan titik api diharapkan tidak berhenti pada informasi awal, tetapi segera diikuti pengecekan dan tindakan di lapangan,” tuntasnya. 

Editor : Sutrisno
karhutla Tanah Laut