Karhutla Banjarmasin Makin Mengkhawatirkan, TPA Basirih Ikut Terbakar

M Fadlan Zakiri • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 12:48 WIB
SEMPROT: Petugas memadamkan kebakaran lahan di kawasan TPA Basirih, Kelurahan Basirih Selatan, Banjarmasin, Senin (10/8/2026).
SEMPROT: Petugas memadamkan kebakaran lahan di kawasan TPA Basirih, Kelurahan Basirih Selatan, Banjarmasin, Senin (10/8/2026).

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Banjarmasin menunjukkan tren mengkhawatirkan. Jumlah titik api bertambah dari sebelumnya 26 menjadi 31 titik.

Tak hanya titik api, luas lahan yang terbakar juga meningkat signifikan. Dari sebelumnya 2,30 hektare, kini mencapai 5,11 hektare.

Di tengah peningkatan tersebut, kebakaran kembali terjadi. Kali ini melanda kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Basirih, Kelurahan Basirih Selatan, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Senin (10/8/2026) siang.

Api awalnya membakar semak belukar di sekitar kawasan TPA. Kobaran kemudian merembet ke timbunan sampah.

Berdasarkan laporan BPBD Kota Banjarmasin, area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 0,95 hektare.

TPA Basirih Terbakar, 15 Armada Dikerahkan

Kepala BPBD Kalsel Ronny Eka Saputra membenarkan kebakaran tersebut. Ia memastikan api telah berhasil dikendalikan.

“Kawasan TPA Basirih mengalami kebakaran tetapi sudah berhasil diatasi,” kata Ronny saat dikonfirmasi di Banjarbaru.

Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 11.40 Wita. Api kemudian berhasil dipadamkan sekitar pukul 13.30 Wita.

Sebanyak 15 unit armada pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan kobaran api.

Anggota TRC BPBD Kota Banjarmasin, Andy Putera, mengatakan api pertama kali terlihat membakar semak belukar di sekitar TPA.

Kobaran kemudian merembet ke timbunan sampah.

“Yang terbakar hanya lahan atau semak belukar. Tidak merambah sampai ke area persawahan, perkebunan hingga kawasan permukiman,” jelasnya.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Hingga kini juga belum ada laporan kerugian akibat kebakaran.

Dijaga Semalaman, Api Diantisipasi Muncul Lagi

Meski api telah dipadamkan, kewaspadaan belum diturunkan.

Untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api, UPTD TPAS Basirih bersama petugas pemadam kebakaran melakukan piket penjagaan pada malam hari.

Pemantauan juga dilakukan tim gabungan di sejumlah lokasi yang dinilai rawan, termasuk kawasan TPA dan lahan kosong.

Andy mengingatkan masyarakat agar tidak lengah selama musim kemarau. Kondisi lahan yang kering membuat api lebih mudah menyebar.

“Jangan membakar sampah sembarangan. Kelalaian kecil seperti membuang puntung rokok sembarangan juga dapat memicu kebakaran,” tegasnya.

Kabut Asap Mulai Ganggu Banjarmasin

Ancaman karhutla kini tak hanya soal lahan terbakar. Kabut asap mulai dirasakan di sejumlah wilayah Kota Banjarmasin.

Banjarmasin Selatan menjadi salah satu kawasan yang terpantau cukup terdampak. Sejumlah kelurahan yang dilaporkan mengalami paparan kabut asap antara lain Tanjung Pagar, Pemurus Dalam, Basirih Selatan, Kelayan Timur, dan Pekauman.

Karhutla juga dilaporkan terjadi di kawasan hutan, termasuk Taman Hutan Raya Sultan Adam.

Dampaknya, kabut asap mulai menjadi perhatian karena berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan.

Masyarakat pun diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan.

“Masyarakat diimbau menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan, terutama saat kondisi udara terdampak kabut asap,” pungkas Andy.

Editor : Eddy Hardiyanto
karhutla banjarmasin TPA Basirih