Perluas Jangkauan ke Kalteng, BPDP dan BBPP Binuang Gelar Pelatihan Pupuk Organik Bagi Petani Sawit

Rasidi Fadli • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 16:26 WIB
PESERTA PELATIHAN: Seluruh peserta yang ikut pelatihan berfoto bersama.
PESERTA PELATIHAN: Seluruh peserta yang ikut pelatihan berfoto bersama.

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Palangkaraya – Komitmen Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) perkebunan kelapa sawit terus berlanjut. 

Memasuki tahun ketiga sinergi, kerjasama ini mencatatkan sejarah baru dengan memperluas jangkauan pelatihan hingga ke luar Provinsi Kalimantan Selatan.

Untuk pertama kalinya di tahun ketiga kolaborasi ini, pelatihan diselenggarakan di luar Kalsel dengan mengusung topik baru, yakni Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik. 

Kegiatan dipusatkan di Hotel M. Bahalap Palangka Raya, Kalimantan Tengah, dan berlangsung selama empat hari efektif, mulai tanggal 10 hingga 13 Agustus 2026.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala BBPP Binuang, Dr. Ir. Andi Amal Hayat Makmur, S.P., M.Si. Turut hadir Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Barito Utara, H. Adi Haryadi, S.Pi., M.Si., Ketua Kelompok Penyelenggara Pelatihan BBPP Binuang, Susmawati, S.P., M.P., serta para pemangku kepentingan terkait.

Dalam laporan penyelenggaraannya, Ketua Kelompok Penyelenggara Pelatihan, Susmawati, menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi peserta agar mampu mendukung pertanian berkelanjutan melalui pengurangan penggunaan pupuk kimia dan mengoptimalkan pemanfaatan bahan hayati.

"Di tahun ketiga ini, alokasi program mencakup dua provinsi, yaitu Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Untuk wilayah Kalimantan Tengah, sasaran pelatihan meliputi Kabupaten Barito Utara dan nantinya Kabupaten Kotawaringin Timur. Pelatihan pembuatan dan aplikasi pupuk organik ini diikuti oleh 33 orang peserta ASN dari Kabupaten Barito Utara," ucap Susmawati.

Susmawati menambahkan bahwa seluruh rangkaian pelatihan difasilitasi oleh BPDP sebagai wujud nyata komitmen pengembangan kapasitas sumber daya manusia pertanian. Materi pelatihan disampaikan oleh Widyaiswara BBPP Binuang dan akademisi dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM). Selain pendalaman materi di kelas, para peserta juga dijadwalkan melakukan kunjungan lapang (field trip) ke PT Menteng Kencana Mas di Kabupaten Pulang Pisau pada Rabu (12/8/2026) guna melihat langsung penerapan teknologi di lapangan.

SIMBOLIS: Dua orang perwakilan peserta menerima tas.
SIMBOLIS: Dua orang perwakilan peserta menerima tas.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Barito Utara, H Adi Haryadi, menyambut baik dan mengapresiasi tinggi sinergi multisektor ini. Menurutnya, kelapa sawit memiliki peranan yang sangat strategis bagi perekonomian masyarakat di Kabupaten Barito Utara.

"Ini merupakan kolaborasi yang luar biasa antara BPDP, Kementerian Pertanian melalui BBPP Binuang, dan pemerintah daerah. Sektor kelapa sawit memegang peranan penting bagi tingkat kesejahteraan masyarakat Barito Utara. Kami berharap ilmu yang didapat para peserta dapat diserap secara maksimal dan membawa manfaat nyata di daerah," tegas Adi Haryadi.

Dalam arahannya, Kepala BBPP Binuang, Andi Amal Hayat Makmur, mengungkapkan rasa syukur atas karunia iklim tropis Indonesia yang menjadikan kelapa sawit sebagai produk andalan strategis bangsa. Ia menekankan bahwa penyiapan SDM yang kompeten dan berdaya saing merupakan kunci utama dalam membangun industri sawit yang berkelanjutan (sustainable).

Mengenai pentingnya materi pelatihan, Andi Amal mengulas pengalamannya saat bertugas di Kantor Pusat Jakarta sebelum mengemban amanah di BBPP Binuang. Menurutnya, pemanfaatan bahan-bahan lokal untuk membuat pupuk organik menjadi langkah krusial dalam menekan biaya produksi di tengah fluktuasi harga pupuk kimia dan harga sawit.

"Penggunaan pupuk organik sangat vital untuk memulihkan kesuburan tanah, memaksimalkan penyerapan unsur hara makro, serta menawarkan tingkat efisiensi pemupukan yang jauh lebih baik daripada pupuk kimia. Sistem pertanian ramah lingkungan berbasis limbah organik ini mampu mengurangi dampak kerusakan lingkungan dan mengusung prinsip hijau (green economy). Saya berharap hasil pelatihan ini benar-benar diimplementasikan di wilayah kerja masing-masing," papar Andi Amal.

Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada BPDP atas kepercayaan yang konsisten selama tiga tahun berturut-turut. Pada tahun 2026 ini, BBPP Binuang ditargetkan melatih 176 peserta yang terbagi dalam dua jenis pelatihan, yaitu Pelatihan Budidaya Kelapa Sawit (57 orang dari Kabupaten Barito Kuala) serta Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik (119 orang dari Kabupaten Barito Kuala, Barito Utara, dan Kotawaringin Timur).

Melalui kerja sama yang kian solid antara Kementerian Pertanian, BPDP, dan Pemerintah Daerah ini, diharapkan lahir aparatur dan petani sawit yang semakin kompeten, inovatif, serta mampu memperkuat praktik budidaya kelapa sawit yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Editor : Nurhidayat
perkebunan sawit bbpp sdm binuang