Jelang Hari Kemerdekaan, Pedagang Bendera Musiman Mulai Ramai di Paringin

M Dirga • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 15:44 WIB
KEMERDEKAAN: Faisal, salah satu pedagang musiman asal Jawa Barat saat memajang atribut dan pernak-pernik merah putih dagangannya di pinggir Jalan A Yani, Paringin Selatan. (M Dirga/ Radar Banjarmasin)
KEMERDEKAAN: Faisal, salah satu pedagang musiman asal Jawa Barat saat memajang atribut dan pernak-pernik merah putih dagangannya di pinggir Jalan A Yani, Paringin Selatan. (M Dirga/ Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Paringin - Menjelang peringatan hari ulang tahun ke-81 Republik Indonesia, pedagang pernak-pernik bernuansa merah putih mulai bermunculan di Kabupaten Balangan.

Pemandangan ini salah satunya terlihat di kawasan Jalan A Yani, Kecamatan Paringin Selatan, tepatnya di depan Masjid Al Akbar Balangan.

Para pedagang musiman ini menggelar lapaknya dari pagi hingga sore hari. Beragam atribut khas kemerdekaan digantung rapi memanfaatkan dahan pepohonan di pinggir jalan raya agar mudah dilihat oleh pengendara dan warga yang melintas.

Salah satu pedagang yang ikut menyemarakkan momen kemerdekaan ini adalah Faisal. Pria perantauan asal Garut, Jawa Barat tersebut mengaku sudah membuka lapak dagangannya di kawasan Paringin Selatan sejak bulan Juli lalu.

"Sebenarnya sudah rutin dari tahun 2018 setiap menjelang 17 Agustus saya merantau ke Kalimantan Selatan untuk jualan bendera. Tapi untuk buka lapak di Balangan ini baru yang pertama kali, karena tahun-tahun sebelumnya saya jualan di Tabalong," ungkapnya, Senin (10/8).

Di lapak sederhananya, Faisal menyediakan berbagai pilihan aksesoris. Harganya pun cukup bervariasi menyesuaikan ukuran dan jenis barangnya. Untuk bendera merah putih ukuran kecil hingga besar dibanderol mulai dari harga Rp15.000 sampai Rp60.000. 

Sementara itu, untuk umbul-umbul dijual dengan harga paling murah Rp15.000 dan bisa mencapai Rp300.000 untuk ukuran yang paling panjang.

"Sejauh ini animo masyarakat di sini lumayan bagus. Rata-rata pembeli yang datang itu pekerja kantoran yang mencari hiasan untuk mempercantik ruangan kantor atau kendaraan mereka," tuturnya.

Dari penjualan berbagai atribut tersebut, Faisal menyebutkan bahwa bendera merah putih tetap menjadi produk yang paling banyak dicari. Dalam sehari, ia bisa meraup omzet penjualan di kisaran lima ratus ribu rupiah. Namun, ia tidak menampik bahwa hasil penjualannya saat ini tidak seramai dulu.

"Pendapatan memang terasa agak menurun selama dua tahun terakhir ini. Sekarang banyak pembeli yang lebih memilih pesan bendera atau pernak-pernik lewat toko online dibandingkan beli langsung ke pinggir jalan," tambahnya.

Kehadiran pedagang musiman seperti Faisal ini diprediksi akan terus mewarnai sudut-sudut jalanan Balangan hingga puncak perayaan 17 Agustus mendatang. Keberadaan mereka menjadi alternatif praktis bagi masyarakat setempat yang membutuhkan atribut kemerdekaan secara langsung dan cepat tanpa harus menunggu pengiriman barang. 

Editor : Sutrisno
paringin bendera