RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Kandangan - Penjualan bendera Merah Putih dan atribut kemerdekaan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) justru anjlok menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Sejumlah pedagang bendera musiman mengaku mengalami penurunan omzet cukup drastis dibandingkan tahun sebelumnya. Salah seorang pedagang bahkan menyebut omzetnya merosot hingga 80 persen.
Saipul, pedagang bendera asal Bandung, Jawa Barat, mengatakan tahun ini merupakan tahun keenam dirinya berjualan bendera dan atribut kemerdekaan di HSS.
"Sudah tahun keenam saya jualan bendera ke HSS. Biasanya omzet penjualan mencapai Rp21 juta, paling sedikit Rp18 juta. Tapi sekarang anjlok 80 persen. Untuk mencapai Rp8 juta saja sangat susah," ujarnya kepada media ini, Minggu (9/8/2026).
Pembeli Didominasi Instansi
Menurut Saipul, salah satu faktor yang membuat penjualan menurun adalah masyarakat masih banyak menggunakan bendera lama sehingga tidak membeli yang baru.
Kondisi tersebut membuat pembeli yang datang ke lapaknya lebih banyak berasal dari instansi pemerintahan.
"Pembelinya hanya ada dari kantor dinas. Dari desa-desa maupun perorangan sangat jarang. Mungkin karena tidak adanya kewajiban di desa untuk mengadakan acara Agustusan. Kalau tahun kemarin masih banyak yang membeli bendera dalam jumlah banyak, sekarang paling ada yang beli satuan," ungkapnya.
Penurunan penjualan juga dirasakan Elin Sumandri, sesama pedagang bendera asal Bandung. Menurutnya, kondisi tersebut hampir dirasakan seluruh pedagang bendera yang berjualan di HSS.
"Faktornya sekarang banyak yang memilih beli di toko online karena harganya lebih murah. Semua penjual memang saat ini sangat jelek hasil penjualannya," ujarnya.
Daya Beli Ikut Tertekan
Saipul juga menilai menurunnya daya beli masyarakat turut memengaruhi penjualan. Pedagang akhirnya harus menyesuaikan harga agar stok bendera tetap terjual.
"Dengan suasana yang begini, kalau kita jual dengan harga normal yang memang mahal, susah jadinya. Jadi kami jual murah saja, yang penting barang ada yang keluar," pungkasnya.
Di tengah lesunya penjualan, para pedagang bendera berharap situasi menjelang 17 Agustus kembali ramai.
Setiap bendera yang terjual menjadi harapan bagi pedagang untuk mengurangi stok yang dibawa dari Bandung sekaligus menutup biaya berjualan selama berada di HSS. (*)
Editor : M. Ramli Arisno