Pesan Menag RI ke Kalsel: Jaga dan Jangan Rusak Alam

Zulvan Rahmatan • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 14:55 WIB
Gubernur Kalsel, Muhidin bersama Menag RI, Nasaruddin Umar saat bersilaturahmi dengan tokoh lintas agama se-Kalimantan di Banjarmasin. (Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)
Gubernur Kalsel, Muhidin bersama Menag RI, Nasaruddin Umar saat bersilaturahmi dengan tokoh lintas agama se-Kalimantan di Banjarmasin. (Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin - Menteri Agama (Menag) RI, Nasaruddin Umar meminta masyarakat Kalimantan Selatan (Kalsel) menjaga kekayaan alam sekaligus memperkuat kerukunan antarumat beragama.

Menurutnya, dua hal tersebut menjadi modal penting bagi Kalsel untuk mengembangkan potensi daerah sekaligus menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis.

Nasaruddin mengatakan, kekayaan alam Kalsel tidak semestinya hanya dipandang sebagai objek untuk dieksploitasi. 

Alam, menurutnya, harus ditempatkan sebagai bagian dari kehidupan yang perlu dijaga dan dirawat.

“Jangan memusuhi alam, jangan membakar alam, jangan merusak alam. Tapi mari kita bersahabat dengan alam,” ujarnya saat silaturahmi dengan tokoh agama se-Kalimantan di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Minggu (9/8/2026).

Ia menyebut alam memiliki peran penting dalam kehidupan manusia. 

Karena itu, pemanfaatan sumber daya alam harus berjalan seimbang dengan upaya menjaga kelestariannya.

“Jangan menganggap alam ini semata-mata hanya sebagai objek, tapi partner kita di dalam menjadi hamba terhadap Tuhan Yang Maha Kuasa,” katanya.

Selain lingkungan, Nasaruddin menekankan pentingnya hubungan harmonis antarumat beragama di Kalsel.

Menurutnya, kerukunan lintas agama harus terus dijaga karena konflik berbasis agama memiliki dampak yang jauh lebih besar dibandingkan perbedaan etnik maupun politik.

“Kalau tokoh umat beragama ini kompak, maka perbedaan pendapat apa pun juga tidak akan pernah terjadi secara kuat,” ucapnya.

Ia berharap Kalsel dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun hubungan antarumat beragama. 

Terlebih, menurutnya, tokoh lintas agama di provinsi tersebut telah menunjukkan modal kerukunan yang baik.

Nasaruddin juga mengaitkan kerukunan dengan pembangunan daerah. 

Menurutnya, persatuan antaretnik, antarumat beragama, pemerintah dengan masyarakat, hingga sesama unsur pemerintahan menjadi kunci untuk mewujudkan target pembangunan.

“Kalau itu berhasil, maka langit pun juga akan membuka rezekinya, bumi pun juga akan membuka rezekinya,” tuturnya.

Ia berharap potensi Kalsel dapat terus dikembangkan melalui berbagai sektor, mulai pertanian, perkebunan hingga perdagangan.

Namun, pengembangan tersebut harus berjalan bersama dengan kerukunan masyarakat. 

Di sisi lain, Gubernur Kalsel, Muhidin mengaku bangga atas kehadiran Menag RI di Banua.

Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi momentum silaturahmi bersama pejabat daerah dan masyarakat.

"Saya merasa bangga atas kedatangan Pak Nasaruddin hari ini di tengah-tengah kita. Beliau juga bersilaturahmi dengan masyarakat," ungkapnya.

Muhidin menyebut, kunjungan tersebut juga diisi dengan tausiyah. Ia pun menyampaikan terima kasih atas kunjungan imam besar Masjid Istiqlal tersebut.

"Sekali lagi kami mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran Bapak Menteri Agama ke Kalsel," tutupnya.

Editor : Arif Subekti
kekayaan alam kalsel dieksploitasi menteri agama nasaruddin umar