RADARVANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Rantau – Musim kemarau mulai berdampak pada pelayanan air bersih di Kabupaten Tapin.
Berkurangnya debit air baku akibat minimnya curah hujan memaksa PDAM Tapin menerapkan sistem distribusi air secara bergiliran kepada pelanggan di Kecamatan Tapin Selatan dan Salam Babaris.
Kondisi paling dirasakan warga di Kecamatan Salam Babaris. Selama beberapa pekan terakhir, sumber air baku di wilayah tersebut mengalami penyusutan sehingga pasokan air bersih tidak dapat disalurkan secara normal.
Untuk menjaga pelayanan tetap berjalan, PDAM Tapin mengalirkan suplai air dari instalasi di Kecamatan Tapin Selatan. Namun langkah itu berdampak pada distribusi air di dua kecamatan yang harus dilakukan secara bergantian.
Kepala PDAM Tapin, Alimin Fauzi, mengatakan sistem distribusi bergilir diterapkan karena ketersediaan air baku di Tapin Selatan juga ikut menurun.
"Empat desa di Kecamatan Salam Babaris saat ini mendapat distribusi air secara bergantian. Kami memanfaatkan suplai dari Tapin Selatan, tetapi debit air baku di sana juga sudah mulai berkurang akibat tidak adanya hujan," ujarnya, Minggu (9/8/2026).
Menurut Alimin, kondisi tersebut merupakan dampak musim kemarau yang menyebabkan sejumlah sumber air baku di Kabupaten Tapin mengalami penyusutan. Karena itu, pengaturan distribusi menjadi langkah yang harus dilakukan agar seluruh pelanggan tetap memperoleh pasokan air meski tidak maksimal.
PDAM Tapin terus memantau perkembangan debit air baku di setiap instalasi pengolahan. Apabila dalam beberapa waktu ke depan belum terjadi hujan, penyesuaian distribusi berpotensi masih diberlakukan sesuai kondisi di lapangan.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak dan mengurangi pemakaian yang tidak mendesak selama musim kemarau berlangsung.
"Selama musim kemarau kami berharap pelanggan dapat melakukan penghematan air. Beberapa sumber air baku sudah mulai berkurang sehingga penggunaan air perlu diatur agar pelayanan tetap bisa menjangkau seluruh pelanggan," pungkasnya.
Editor : Sutrisno