Sedimentasi Menumpuk di Jembatan Pasar Babirik, Bupati HSU Terjunkan Alat Berat Bersihkan Sungai

M Akbar Radar Banjarmasin • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 09:17 WIB
PARTISIPASI: Bupati HSU, H Sahrujani bersama jajaran Pemerintah Daerah dan ASN bergotong royong membersihkan sedimentasi di kawasan Jembatan Pasar Babirik.
PARTISIPASI: Bupati HSU, H Sahrujani bersama jajaran Pemerintah Daerah dan ASN bergotong royong membersihkan sedimentasi di kawasan Jembatan Pasar Babirik.

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, AMUNTAI – Tumpukan sedimentasi di kawasan Jembatan Pasar Babirik, Kecamatan Babirik, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), mendapat perhatian serius Pemerintah Kabupaten HSU.

Bupati HSU, H Sahrujani turun langsung memimpin gerakan pembersihan alur sungai di kawasan tersebut, Jumat (7/8/2026). Aksi gotong royong itu melibatkan Sekretaris Daerah, Kapolsek, Danramil, Kepala BPBD, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Perkim, Kepala Dinas Perhubungan, sejumlah kepala SKPD, serta jajaran aparatur sipil negara (ASN) Pemkab HSU.

Pembersihan difokuskan pada sedimentasi yang telah menumpuk di alur sungai. Kondisi tersebut dinilai dapat menghambat kelancaran aliran air dan meningkatkan potensi terjadinya genangan di kawasan sekitar.

Sahrujani mengatakan, pemerintah daerah bergerak cepat karena persoalan sedimentasi tidak bisa dibiarkan berlarut-larut.

"Kami bersama Bapak Sekretaris Daerah, Kapolsek, Danramil, Kepala BPBD, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Perkim, Kepala Dinas Perhubungan, serta seluruh pejabat pemerintah daerah dan jajaran ASN Kabupaten Hulu Sungai Utara melaksanakan gotong royong membersihkan kawasan Jembatan Babirik yang mengalami sedimentasi. Alhamdulillah, pembersihan awal dapat kami selesaikan hari ini," ujar Sahrujani.

Namun, pembersihan secara manual baru menjadi langkah awal. Pemkab HSU telah berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Provinsi Kalimantan Selatan untuk mendatangkan alat berat agar sedimentasi dapat ditangani secara lebih maksimal.

"Kami juga telah berkoordinasi dengan Kepala Balai Wilayah Sungai Provinsi Kalimantan Selatan agar alat berat dapat diturunkan untuk mempercepat proses pembersihan sedimentasi tersebut," katanya.

Sahrujani berharap pengerukan dapat dilakukan hingga tuntas. Dengan begitu, aliran air dari hulu menuju hilir kembali lancar sehingga potensi genangan dapat ditekan.

"Harapan kami, apabila sedimentasi ini dapat dibersihkan secara menyeluruh, maka aliran sungai dari hulu menuju hilir akan kembali lancar sehingga dapat mengurangi potensi genangan dan menjaga kelancaran arus air," imbuhnya.

Menurut Sahrujani, persoalan sedimentasi di kawasan tersebut sudah berlangsung cukup lama. Karena itu, penyelesaiannya membutuhkan kerja bersama dan dilakukan secara bertahap.

"Kondisi yang sudah bertahun-tahun kurang mendapat penanganan tentu membutuhkan kerja keras, bahkan harus dibantu dengan alat berat. Namun, kami yakin bahwa gotong royong yang dimulai hari ini menjadi langkah awal untuk menyelesaikan persoalan ini secara bertahap," ungkapnya.

Gerakan tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Bupati berharap momentum tersebut kembali menghidupkan budaya gotong royong di tengah masyarakat.

Sahrujani juga telah menginstruksikan perangkat daerah teknis untuk terus mengawal proses penanganan sedimentasi hingga selesai. Selain memastikan fungsi alur sungai tetap optimal, pengerukan dinilai penting untuk menjaga konstruksi jembatan dan keselamatan masyarakat.

"Selain menjaga kelancaran aliran sungai, upaya ini juga penting untuk menjaga keawetan konstruksi jembatan dan keselamatan masyarakat. Semoga semangat gotong royong terus tumbuh dan menjadi budaya di Kabupaten Hulu Sungai Utara, khususnya dalam memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), HSU Amos Silitonga memastikan pihaknya mendukung percepatan penanganan sedimentasi tersebut.

"Kami akan selalu melakukan koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai dan sesegera mungkin mendatangkan alat berat agar proses pembersihan sedimentasi ini dapat berjalan lebih cepat dan tuntas," kata Amos.

Pemkab HSU berharap penanganan sedimentasi di kawasan Jembatan Pasar Babirik dapat segera dituntaskan. Selain mengembalikan fungsi alur sungai, langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi risiko genangan serta meningkatkan keselamatan dan kenyamanan masyarakat yang beraktivitas di kawasan pasar.

Editor : Fauzan Ridhani
Sedimentasi Sahrujani Amuntai Pemkab HSU Kabupaten Hulu Sungai Utara