RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Kandangan - Kasus rabies yang ditemukan di Kecamatan Padang Batung, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), menjadi perhatian pemerintah daerah.
Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan karena penyakit tersebut dapat menular dari hewan ke manusia dan berakibat fatal apabila tidak segera ditangani.
Dokter Hewan Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan (Distan PP) HSS, dr. Dina Kartika Riyani, menjelaskan rabies merupakan penyakit akibat infeksi Lyssa Virus yang menyerang susunan saraf pusat.
Seluruh hewan berdarah panas dapat terinfeksi, namun penular utamanya adalah anjing, kucing, dan kera.
Masa inkubasi rabies pada anjing dan kucing berkisar 10 hari hingga delapan minggu. Lamanya masa inkubasi dipengaruhi oleh jumlah virus yang masuk melalui luka, kedalaman luka, jumlah gigitan, letak luka terhadap susunan saraf pusat, serta penanganan setelah gigitan.
"Masa inkubasi rabies berbeda-beda. Hal itu dipengaruhi jumlah virus yang masuk melalui luka, kedalaman luka, lokasi gigitan, hingga penanganan setelah gigitan terjadi," jelas dr. Dina.
Ia menerangkan, virus akan bergerak melalui saraf menuju susunan saraf pusat, kemudian berkembang biak pada sel saraf dan kelenjar ludah. Karena itu, air liur hewan sudah dapat mengandung virus meski belum menunjukkan gejala klinis, sehingga gigitan menjadi jalur penularan yang paling sering terjadi.
Rabies pada anjing dan kucing umumnya memiliki tiga bentuk gejala klinis, yakni furious rabies (ganas), dumb rabies (diam), dan asimtomatis, yaitu hewan mati mendadak tanpa menunjukkan gejala.
"Pada fase awal hewan biasanya mencari tempat yang sejuk dan menyendiri. Setelah masuk fase eksitasi, hewan menjadi sangat agresif dan menyerang siapa saja di sekitarnya. Kemudian memasuki fase paralisis, mengalami kejang hingga akhirnya mati," paparnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan Distan PP HSS, Rony Ariady, mengatakan rabies merupakan penyakit zoonosis yang tidak hanya membahayakan hewan, tetapi juga manusia.
"Pada hewan, rabies membuat mereka menjadi sangat agresif sehingga berpotensi menyerang manusia. Sementara pada manusia, penyakit ini bisa menyebabkan kematian apabila tidak segera ditangani," katanya.
Rony mengingatkan, korban gigitan atau cakaran hewan yang diduga terinfeksi rabies harus segera mendapatkan Vaksin Anti Rabies (VAR).
"Kalau korban gigitan atau cakaran tidak segera mendapat VAR, gejalanya bisa berupa demam, sulit menelan air, tidak tahan melihat cahaya, hingga akhirnya dapat menyebabkan kematian," tegasnya.
Masyarakat juga diimbau segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gigitan atau cakaran hewan yang diduga terinfeksi rabies. Penanganan sedini mungkin penting untuk menekan risiko penularan penyakit tersebut.
Editor : Sutrisno