Sempat Diusir dari Hotel dan Telantar di Arab Saudi, 36 Jemaah Umrah Kalsel Akhirnya Tiba di Banua 

Sheilla Farazela • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 14:44 WIB
TIBA: Sebanyak 36 jemaah umrah Kalsel yang sempat telantar tiba di Banua (Sheilla/Radar Banjarmasin)
TIBA: Sebanyak 36 jemaah umrah Kalsel yang sempat telantar tiba di Banua (Sheilla/Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarbaru – Sebanyak 36 jemaah umrah asal Kalimantan Selatan (Kalsel) yang sempat telantar di Arab Saudi akhirnya bisa bernapas lega.

Rombongan yang didominasi warga asal Tanjung (Tabalong) dan Barabai (Hulu Sungai Tengah) tersebut mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru, Jumat (7/8/2026).

Suasana haru dan tangis bahagia mewarnai kepulangan para jemaah saat disambut oleh sanak keluarga di area kedatangan bandara.

Sebelumnya, para jemaah sempat terlantar selama empat hari di Jeddah akibat ketidakpastian tiket pulang dari pihak penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU).

Owner Travel Dinilai Lepas Tangan

Pihak pemilik (owner) travel dinilai lepas tangan saat dikonfirmasi mengenai keberadaan tiket kepulangan tersebut.

Perwakilan jemaah asal Barabai, Humaidi, mengungkapkan bahwa kecurigaan atas kejanggalan layanan travel sebenarnya sudah dirasakan para jemaah sejak masih berada di Madinah.

"Sejak di Madinah kami sudah curiga karena pembayaran hotel dilakukan secara bertahap per hari oleh pihak travel. Sampai akhirnya di Madinah kami sempat diusir dari hotel karena belum dilunasi. Agar tidak luntang-lantung di jalan, kami terpaksa patungan pakai uang pribadi," ungkap Humaidi.

Puncaknya terjadi saat rombongan dipindahkan ke Jeddah. Tanpa kepastian tiket pulang dan persediaan logistik yang kian menipis, Humaidi bahkan sempat menggunakan dana pribadinya untuk menutupi biaya makan seluruh jemaah selama tiga hari.

"Di Jeddah kami terlantar empat hari tanpa tiket pulang. Pada hari ketiga, uang saya sudah benar-benar habis, termasuk untuk makan jemaah. Karena tidak ada jalan lain, kejadian ini akhirnya kami viralkan ke media sosial," lanjutnya.

Kondisi tersebut sempat berdampak buruk pada kesehatan fisik dan mental para jemaah. Maskuni, seorang petani asal Tanjung, mengaku sempat jatuh sakit dan mengalami kaki melepuh akibat kelelahan.

Dari Hasil Tabungan Bertahun-tahun

Pengalaman menegangkan juga dirasakan Atikah (73), jemaah asal Barabai yang baru pertama kali menunaikan ibadah umrah dari hasil tabungan bertahun-tahun dan bantuan anak-anaknya.

Tak lama setelah video kondisi jemaah viral, bantuan datang dari Anggota Komisi I DPR RI Dapil Kalsel, Bambang Heri Purnama, yang saat itu secara kebetulan sedang menjalankan ibadah umrah bersama keluarga di Arab Saudi.

Melalui tim dan mutawwif-nya, Bambang langsung menghubungi rombongan jemaah. 

Pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah kemudian bergerak cepat mengevakuasi para jemaah menuju Wisma Indonesia (Wisma Haji) di Jeddah untuk diberikan tempat tinggal sementara dan penanganan logistik.

"Saat kami tiba di Wisma Indonesia, Pak Bambang langsung menyambut kami. Setelah mendengar kronologinya, beliau menyatakan siap menanggung seluruh biaya tiket kepulangan kami dengan dana pribadinya, serta memberikan uang saku sebesar Rp1 juta untuk setiap jemaah," kata Humaidi.

Ia menyebut bantuan tersebut sebagai sebuah keajaiban di tengah kepasrahan mereka.

Total rombongan berjumlah 36 jemaah, di mana 2 jemaah di antaranya sudah memilih pulang lebih awal menggunakan biaya mandiri dan pinjaman keluarga.

Selanjutnya, para jemaah juga akan berkumpul dan berkoordinasi bersama untuk melaporkan agen travel bermasalah tersebut.

Sementara itu, Bambang Heri Purnama mendesak Kementerian Haji dan Umrah serta Pemerintah Pusat untuk melakukan evaluasi total serta menindak tegas travel umrah yang terbukti melalaikan tanggung jawabnya demi mencegah kasus serupa berulang.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Bina dan Pengendalian Haji dan Umrah Kemenhaj Kalsel, Rasyid Luthfiana, memastikan pihaknya akan terus memantau dan mendampingi pemenuhan hak-hak hukum para jemaah.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar lebih selektif dan memverifikasi legalitas PPIU sebelum mendaftar ibadah ke Tanah Suci. 

 
Editor : Sutrisno
umrah gagal Kalsel umrah