RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Batulicin – Pengaspalan jalan sepanjang 1,2 kilometer di Desa Sepunggur, Kecamatan Kusan Tengah, memangkas waktu tempuh petani dan petambak dari sekitar 30 menit menjadi 10 menit. Meski akses menuju kawasan tambak kini lebih lancar, warga berharap pengaspalan dilanjutkan karena masih tersisa sekitar dua kilometer jalan yang belum diperbaiki.
Pembangunan jalan tersebut dilakukan bertahap melalui program Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu, yakni sepanjang 1 kilometer pada 2025 dan tambahan 200 meter pada 2026.
Ruas jalan itu menjadi akses utama menuju kawasan pertanian serta tambak bandeng, udang, dan kepiting bakau. Jalan tersebut juga digunakan warga menuju sekolah, tempat ibadah, fasilitas kesehatan, dan jalan utama.
Akhmad (42), pembudidaya tambak di Desa Sepunggur, mengatakan kondisi jalan sebelum diaspal sangat menyulitkan, terutama saat musim hujan.
"Dulu dari tambak ke jalan luar bisa sekitar 30 menit, apalagi kalau hujan. Sekarang alhamdulillah cukup 10 menit," ujarnya.
Menurut Akhmad, perbaikan jalan juga mengubah pola distribusi hasil panen. Jika sebelumnya ia harus berangkat sekitar pukul 02.00 Wita agar tiba tepat waktu di Tempat Pelelangan Ikan (TPI), kini keberangkatan dapat diundur menjadi sekitar pukul 03.00 Wita karena perjalanan lebih cepat.
Selain mendukung distribusi hasil tambak, jalan yang lebih baik juga memudahkan aktivitas warga sehari-hari. Anak-anak tidak lagi harus berangkat sekolah lebih pagi hanya untuk mengantisipasi kondisi jalan yang rusak.
Sekretaris Desa Sepunggur, Hasan, mengatakan jalan tersebut juga membuka akses menuju kawasan pesisir yang berpotensi dikembangkan sebagai destinasi wisata. Menurutnya, masih ada sekitar dua kilometer ruas jalan yang belum diaspal.
"Kalau peningkatan jalan bisa diteruskan sampai ujung, bukan hanya pertanian dan perikanan yang berkembang, tetapi juga potensi wisata pesisir sehingga berdampak pada perekonomian masyarakat," katanya.
Editor : Arif Subekti