Resmi! Enam Desa Rawan Banjir Bandang di Balangan Kini Punya Jalur Evakuasi

M Dirga • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 13:39 WIB
INVESTASI KESELAMATAN: Tim teknis BPBD Kabupaten Balangan saat turun ke lapangan memfasilitasi pembuatan titik rambu yang memastikan enam desa rawan bencana kini telah memiliki panduan arah peta jalur evakuasi banjir.
INVESTASI KESELAMATAN: Tim teknis BPBD Kabupaten Balangan saat turun ke lapangan memfasilitasi pembuatan titik rambu yang memastikan enam desa rawan bencana kini telah memiliki panduan arah peta jalur evakuasi banjir.

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, PARINGIN - Enam desa yang masuk zona merah rawan banjir bandang di Kabupaten Balangan kini resmi memiliki peta jalur evakuasi. Langkah ini dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balangan untuk meminimalkan risiko korban jiwa saat bencana terjadi.

Keenam desa tersebut yakni Desa Mayanau, Simpang Bumbuan, Simpang Nadong, Gunung Batu, Sungsum, dan Ju'uh. Peta jalur evakuasi ini merupakan bagian dari penyusunan Dokumen Rencana Kontingensi Banjir Bandang Kabupaten Balangan 2026–2029.

Dengan adanya peta tersebut, masyarakat di wilayah rawan kini memiliki panduan yang jelas untuk menyelamatkan diri saat banjir bandang datang. Jalur evakuasi telah ditetapkan melalui kajian teknis bersama tim terkait agar proses penyelamatan berlangsung lebih cepat, aman, dan terarah.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan melalui Penelaah Teknis Kebijakan BPBD Balangan, Rizky Rahmatillah, mengatakan peta evakuasi menjadi bagian penting dalam mengurangi kepanikan masyarakat sekaligus memperkuat koordinasi saat tanggap darurat.

"Adanya peta evakuasi ini sangat penting untuk meminimalkan kepanikan, karena warga sudah mengetahui jalur dan tempat berkumpul yang aman. Peta ini juga menjadi dasar koordinasi antara BPBD, pemerintah desa, TNI, Polri, dan relawan saat tanggap darurat," ujar Rizky, Jumat (7/8).

Menurutnya, mitigasi sejak dini menjadi langkah paling efektif untuk mengurangi dampak bencana, terutama bagi permukiman yang berada di dataran rendah maupun bantaran sungai.

"Kami ingin setiap desa memiliki panduan yang jelas. Ketika bencana datang, masyarakat tahu harus ke mana, melalui jalur mana, dan berkumpul di mana. Ini adalah investasi keselamatan," tegasnya.

Setelah peta evakuasi rampung, BPBD Balangan akan melanjutkan sosialisasi kepada masyarakat serta memperbarui data secara berkala sesuai perkembangan kondisi infrastruktur desa.

Selain itu, simulasi tanggap darurat juga akan terus digelar agar warga memahami dan hafal jalur evakuasi yang harus ditempuh ketika banjir bandang terjadi.

Editor : Eddy Hardiyanto
rawan banjir jalur evakuasi Balangan