RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, AMUNTAI – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (Pemkab HSU) semakin masif menggencarkan upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba. Langkah tersebut menjadi bagian dari implementasi visi daerah untuk mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, berintegritas, dan bebas dari narkoba.
Melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda HSU bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten HSU, sosialisasi bahaya narkoba terus digelar dengan menyasar pelajar, pemuda, mahasiswa, aparatur sipil negara (ASN), hingga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Kegiatan sosialisasi terbaru dilaksanakan di SMAN 1 Amuntai Utara dan MA Rakha Amuntai, Selasa (4/8/2026). Kepala Bagian Kesra Setda HSU, Abd Rohim SSos MIKom mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program unggulan Bupati dan Wakil Bupati HSU bertajuk HATI (HSU Peduli Tanpa Narkoba).
"Program ini merupakan bagian dari Subkegiatan Bina Mental Spiritual. Kami ingin membangun mental dan spiritual generasi HSU agar mampu menolak serta mengatakan tidak terhadap narkoba," ujarnya.
Sementara itu, Bupati HSU H Sahrujani dalam sambutan yang dibacakan Sekretaris Daerah HSU H Adi Lesmana menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memerangi penyalahgunaan narkoba.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada pembentukan karakter masyarakat yang sehat dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.
"Kami ingin membangun generasi HSU yang unggul dan berdaya saing. Karena itu, pencegahan penyalahgunaan narkoba menjadi salah satu perhatian utama pemerintah daerah," tegasnya.
Sahrujani juga menyatakan dukungan penuh terhadap berbagai program pencegahan yang dilaksanakan oleh Badan Kesbangpol, Bagian Kesra, dan BNN Kabupaten HSU.
Pada 2026, Pemkab HSU melalui Bagian Kesra menargetkan 14 kali kegiatan sosialisasi dengan total 2.100 peserta. Setiap kegiatan diikuti sekitar 150 peserta yang terdiri atas pelajar, mahasiswa, pemuda, ASN, dan PPPK.
Bupati berharap sosialisasi tersebut mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkoba sekaligus memperkuat ketahanan keluarga, lingkungan sekolah, dan masyarakat sebagai benteng utama mencegah penyalahgunaan narkotika.
"Perang melawan narkoba tidak bisa hanya dilakukan pemerintah dan aparat penegak hukum. Dibutuhkan peran aktif keluarga, sekolah, dan seluruh elemen masyarakat agar generasi muda HSU terbebas dari ancaman narkoba," pungkasnya.
Editor : Fauzan Ridhani