RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyelesaikan masalah pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah di Kalimantan.
"Kami harus akui di beberapa wilayah khususnya di Kalimantan masih ada pemadaman beberapa titik. Karena itu Bapak Presiden memerintahkan kepada saya untuk segera melakukan langkah-langkah yang terukur dengan PLN agar bisa menyelesaikan dengan baik," kata Bahlil usai bertemu Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (4/8).
Ia mengungkap, pemadaman listrik di Kalimantan dilatarbekalangi karena masalah pemeliharaan. "Jadi ada pemeliharaan yang terjadi, bahkan ada beberapa, konon cerita, dari PLN bahwa terkait dengan jaringan induk juga. Tapi kami akan selesaikan dalam waktu dekat," janjinya.
Sisi lain, pemadaman bergilir di Kalsel diperkirakan mulai berkurang setelah sistem kelistrikan mendapat tambahan pasokan 100 Megawatt (MW) dari interkoneksi PLTU Gunung Mas, Kalimantan Tengah (Kalteng), mulai malam ini (5/8).
Meski demikian, PLN masih menetapkan status siaga karena proses perbaikan dua unit pembangkit di PLTU Asam-Asam, di Kabupaten Tanah Laut, belum rampung. Ditargetkan selesai pada 25 Agustus mendatang.
General Manager (GM) PT PLN (Persero) UID Kalselteng, Iwan Soelistijiono menargetkan, pemulihan produksi daya sebesar 54 MW dari PLTU Asam-Asam sedang dilakukan. “Semoga bisa beroperasi optimal pada 25 Agustus mendatang untuk 54 MW,” katanya.
Menurutnya, tambahan pasokan dari interkoneksi diharapkan dapat membantu menstabilkan sistem kelistrikan sambil menunggu perbaikan generator selesai.
Sebelumnya, Senior Manager UBP Asam-Asam, Fajar Pamujianto, menegaskan gangguan pada Unit 2 maupun Unit 3 murni disebabkan kerusakan teknis pada generator atau unplanned outage.
Ia memastikan kondisi tersebut tidak berkaitan dengan pasokan maupun kualitas batu bara yang digunakan pembangkit. "Ini murni masalah teknis pengoperasian generator. Tidak ada kaitannya dengan pasokan atau kualitas batu bara," tegasnya.
Fajar menjelaskan proses pemeliharaan Unit 2 ditargetkan berlangsung selama 55 hari, sedangkan Unit 3 diperkirakan selesai dalam 30 hari. Untuk itu, stok batu bara di UBP Asam-Asam dipastikan aman untuk mendukung operasional pembangkit sekitar 15 hari ke depan. (van/mof)
Editor : Arief