Panen 200 Kilogram Cabai per Pekan, Wabup HSU Minta Ponpes Darussalam Jadi Percontohan OPOP

M Akbar Radar Banjarmasin • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 16:17 WIB
POTENSI: Wakil Bupati HSU, Hero Setiawan mengikuti panen raya cabai merah bersama santri Pondok Pesantren Darussalam Muara Tapus, Selasa (4/8/2026).(Foto: Pemkab HSU) 
POTENSI: Wakil Bupati HSU, Hero Setiawan mengikuti panen raya cabai merah bersama santri Pondok Pesantren Darussalam Muara Tapus, Selasa (4/8/2026).(Foto: Pemkab HSU) 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, AMUNTAI – Pondok Pesantren Darussalam Muara Tapus kembali menunjukkan kontribusinya dalam mendukung ketahanan pangan daerah melalui panen raya cabai merah, Selasa (4/8/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Hero Setiawan yang mewakili Bupati H Sahrujani.

Kehadiran Wakil Bupati menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten HSU terhadap pengembangan sektor pertanian berbasis pondok pesantren melalui program One Pesantren One Product (OPOP).

Turut hadir dalam kegiatan itu Plt Kepala Dinas Pertanian HSU Akhmad Rijani, Kabag Ekonomi Setda HSU Nor Ilham, Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam, dewan guru, para santri, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat (ULM) yang sedang melaksanakan pengabdian di Desa Muara Tapus.

Dalam sambutannya, Hero Setiawan mengatakan Pondok Pesantren Darussalam Muara Tapus diharapkan menjadi salah satu lokus pengembangan pertanian melalui program OPOP yang menjadi program unggulan Pemerintah Kabupaten HSU.

"Harapan kami, Pondok Pesantren Darussalam Muara Tapus ini dapat menjadi lokus pertanian melalui program OPOP atau One Pesantren One Product. Program ini tidak hanya menciptakan kemandirian ekonomi pesantren, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga ketahanan pangan sekaligus mengendalikan inflasi," ujarnya.

Hero juga memberikan motivasi kepada mahasiswa KKN ULM agar mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah untuk membantu masyarakat, khususnya dalam pengembangan sektor pertanian.

"Kami berharap kehadiran mahasiswa KKN membawa manfaat dan menjadi solusi bagi kemajuan pertanian di Desa Muara Tapus," katanya.

Sementara itu, penanggung jawab Pondok Pesantren Darussalam, Ustadz Busairi, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten HSU atas dukungan terhadap pengembangan pertanian melalui program OPOP.

Menurutnya, program tersebut mendorong kemandirian pesantren dalam mengembangkan usaha pertanian. Saat ini, hasil panen cabai merah di lingkungan pondok mencapai sekitar 200 kilogram setiap pekan.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati H. Sahrujani dan Bapak Wakil Bupati Hero Setiawan atas program OPOP. Alhamdulillah, hasil panen cabai merah kami kini mencapai sekitar 200 kilogram setiap minggu," ungkapnya.

Busairi juga mengapresiasi bantuan pemerintah daerah yang telah meminjamkan alat dan mesin pertanian, seperti traktor, sehingga para santri dapat belajar bertani dengan teknologi yang lebih modern.

"Alat pertanian yang dipinjamkan pemerintah sangat membantu santri dalam bercocok tanam dan mengembangkan keterampilan di bidang pertanian," tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, mahasiswa KKN ULM Fakultas Pertanian, Riyan Toni, memberikan edukasi kepada para santri mengenai teknik panen cabai yang baik agar kualitas hasil panen tetap terjaga.

Ia menjelaskan, cabai sebaiknya dipanen saat telah matang sempurna dengan menyisakan tangkai buah agar kualitas dan daya simpannya lebih baik. Selain itu, proses panen dianjurkan dilakukan pada pagi atau sore hari untuk menjaga kesegaran hasil.

Melalui panen raya tersebut, Pemerintah Kabupaten HSU berharap sinergi antara pemerintah daerah, pondok pesantren, perguruan tinggi, dan masyarakat terus ddiperkuat

Kolaborasi itu diharapkan mampu melahirkan pesantren yang mandiri, produktif, serta berkontribusi terhadap ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Editor : Fauzan Ridhani
cabai merah pondok pesatren Amuntai Pemkab HSU Kabupaten Hulu Sungai Utara