RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Tanjung - Antrean pengendara kendaraan bermotor yang ingin mendapatkan pertalite di SPBU di Kabupaten Tabalong tampak masih panjang, Rabu (5/8/2026).
Padahal, Pemkab Tabalong, Pertamina dan sejumlah instansi, serta seluruh pengelola SPBU terkait sebelumnya telah menetapkan perubahan pembatasan pembelian pertalite di seluruh SPBU.
Meski begitu, pengelola SPBU dan warga merasa antrean sudah mulai renggang, dibanding hari-hari sebelumnya. Namun mereka tetap merasa perlu solusi agar pembelian pertalite mudah didapat.
Pengawas SPBU Hikun, Muhammad Ehsannul Amin mengatakan, pembelian pertalite agak berkurang setelah dikeluarkan kebijakan tersebut. "Agak longgar sekarang. Tidak terlalu banyak lagi, antrean" ujarnya.
Ia mengaku memang untuk lama antrean bisa lebih dari setengah jam, namun itu agak berkurang dibanding antrean sebelumnya. "Lumayan cepat," jelasnya.
Fauji, pengendara kendaraan bermotor yang mengantre pertalite di SPBU Mabuun mengaku tidak mempermasalahkan lamanya antrean.
Padahal, dia mengaku untuk mendapatkan pertalite di SPBU harus menunggu hampir satu jam lamanya.
"Antre tadi hampir satu jam, tapi tidak masalah lambat, yang penting asal dapat," ujarnya.
Kebijakan pembelian pertalite di Tabalong ditetapkan dengan batasan Rp200 ribu untuk kendaraan roda empat dan Rp70 ribu untuk kendaraan roda dua.
Sebelumnya, pembatasan itu sempat diberlakukan dengan batasan Rp300 ribu per kendaraan roda empat dan kendaraan roda dua tetap sama.
Editor : Arif Subekti