Awas, Truk Bandel di Banjarmasin Diawasi CCTV

Endang Syarifuddin • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 12:22 WIB
Petugas Dishub Kota Banjarmasin melakukan pemeriksaan angkutan barang. Dishub Banjarmasin mewacanakan gerbang digital berbasis CCTV untuk memperketat pengawasan kendaraan angkutan barang dan ODOL. (Endang Syarifuddin/Radar Banjarmasin)
Petugas Dishub Kota Banjarmasin melakukan pemeriksaan angkutan barang. Dishub Banjarmasin mewacanakan gerbang digital berbasis CCTV untuk memperketat pengawasan kendaraan angkutan barang dan ODOL. (Endang Syarifuddin/Radar Banjarmasin)

 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Truk angkutan barang yang masih nekat melintas di ruas jalan dalam kota pada jam pembatasan bakal semakin sulit bersembunyi. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjarmasin tengah menyiapkan pengawasan berbasis digital melalui gerbang digital yang dilengkapi kamera CCTV.

"Inovasi tersebut merupakan bagian dari upaya mengoptimalkan pengawasan dan pengendalian angkutan barang, termasuk kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL)," terang Kabid Wasdal Dishub Kota Banjarmasin Cahyadi, Rabu (5/8/2026).

Menurutnya, ada beberapa titik kawasan yang akan dipasang yang kerap dilalui kendaraan angkutan barang dari pelabuhan. Diantaranya di Jalan Teluk Dalam dipertigaan Komplek PHB. Melalui sistem tersebut, pergerakan kendaraan dapat dipantau. 

Meski memanfaatkan teknologi, Cahyadi menegaskan pengawasan di lapangan tetap dilakukan personel Dishub, terutama jalur alternatif yang mungkin dilalui angkutan barang untuk menghindari petugas.

“Gerbang digital ini bukan berarti seluruh pengawasan dilakukan secara digital. Tim tetap berada di lapangan untuk mengantisipasi kendaraan yang mencoba mencari jalur lain,” jelasnya.

Selain CCTV, Dishub juga menyiapkan perangkat pengeras suara. Perangkat itu nantinya digunakan untuk memberikan imbauan kepada pengemudi ketika memasuki jam pembatasan operasional.

Konsepnya, petugas dapat memberikan peringatan dari jarak tertentu tanpa harus selalu melakukan kontak langsung dengan pengemudi.

“Jadi kita mencoba bertransformasi. Pengawasan dilakukan dengan digital, tetapi tim tetap ada di lapangan,” katanya.

Cahyadi menyebut, penggunaan CCTV juga dapat membantu pengawasan terhadap personel Dishub. Operator dapat memantau kondisi di lapangan dan memastikan petugas berada di titik yang telah ditentukan.

Selama ini, pengawasan personel masih banyak dilakukan secara manual dengan berkeliling dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Dengan sistem digital, pemantauan lebih efektif.

Meski kendaraan yang terekam CCTV melakukan pelanggaran, namun untuk sementara penerapan masih dalam tahap awal. CCTV hanya digunakan untuk melakukan pemantauan secara real-time sekaligus mencatat identitas kendaraan yang melanggar.

Namun, ke depan sistem tersebut akan dikembangkan. “Kalau sekarang CCTV-nya masih sebatas pemantauan dan pelaporan. Ke depan kami ingin meningkatkan sistem tersebut,” tuturnya.

Menurutnya, data pelanggaran yang terekam nantinya dapat menjadi bahan koordinasi dengan aparat kepolisian untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan.

Harapannya, pengawasan tidak berhenti pada rekaman kamera. Tetapi ada tindak lanjut terhadap kendaraan yang melanggar sehingga memberikan efek jera.

“Ketika pelanggaran sudah teridentifikasi dan datanya terekam, bisa dikoordinasikan dengan kepolisian sehingga dapat ditindaklanjuti,” pungkasnya.

Editor : M Oscar Fraby
dishub CCTV odol