RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, PELAIHARI – Pemadaman listrik bergilir di Kalsel diperkirakan akan berkurang, setelah mendapat tambahan pasokan daya 100 megawatt (MW) dari interkoneksi PLTU Gunung Mas, Kalteng, mulai Rabu (5/8/2026) malam.
Meski begitu, PT PLN (Persero) masih menetapkan status siaga. Pasalnya, dua unit pembangkit di PLTU Asam-Asam, Kabupaten Tanah Laut (Tala), masih menjalani perbaikan akibat gangguan teknis dan baru ditargetkan kembali beroperasi penuh pada 25 Agustus 2026.
Kepastian tersebut disampaikan Gubernur Kalsel H Muhidin usai meninjau langsung proses perbaikan di Unit Bisnis Pembangkit (UBP) Asam-Asam bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Selasa (4/8/2026).
Muhidin mengatakan tambahan daya sebesar 100 MW akan mulai masuk ke sistem interkoneksi Kalsel sekitar pukul 20.30 Wita. Sebelum dimanfaatkan secara penuh, PLN akan melakukan pengujian untuk memastikan sistem berjalan aman dan stabil.
"Besok kita akan terima transfer interkoneksi Gunung Mas sebesar 100 MW. Masuk sekitar pukul 20.30 Wita. Namun, bukan berarti kita langsung lepas dari status siaga sebelum perbaikan di PLTU Asam-Asam benar-benar selesai," ujarnya.
Saat meninjau pembangkit, Muhidin memastikan dua dari enam unit PLTU Asam-Asam, yakni Unit 2 dan Unit 3, masih dalam tahap perbaikan generator. Proses perbaikan dilakukan tanpa henti selama 24 jam dengan memanfaatkan kamera inspeksi untuk memastikan setiap komponen generator diperiksa secara presisi.
"Kondisinya memang sedang diperbaiki. Mereka bekerja 24 jam nonstop untuk memastikan keoptimalan perbaikan pada komponen generator," katanya.
Gangguan pada kedua unit tersebut membuat sistem kehilangan pasokan listrik sekitar 54 MW dari total kapasitas PLTU Asam-Asam yang mencapai sekitar 500 MW. "Jadi 54 MW inilah yang sedang diupayakan dengan perbaikan," ucap Muhidin.
Perbaikan Ditargetkan Rampung 25 Agustus
General Manager PT PLN (Persero) UID Kalselteng Iwan Soelistijiono membenarkan proses pemulihan daya dari PLTU Asam-Asam masih berlangsung. Menurut dia, tambahan pasokan dari interkoneksi akan membantu menjaga keandalan sistem selama proses perbaikan generator.
"Semoga bisa beroperasi optimal pada 25 Agustus mendatang untuk 54 MW ini," katanya.
Sementara itu, Senior Manager UBP Asam-Asam Fajar Pamujianto menegaskan gangguan pada Unit 2 dan Unit 3 murni disebabkan kerusakan teknis pada generator atau unplanned outage. Ia memastikan kondisi tersebut tidak berkaitan dengan pasokan maupun kualitas batu bara.
"Ini murni masalah teknis pengoperasian generator. Tidak ada kaitannya dengan pasokan atau kualitas batu bara," tegas Fajar.
Ia menjelaskan pemeliharaan Unit 2 ditargetkan berlangsung selama 55 hari, sedangkan Unit 3 diperkirakan selesai dalam 30 hari. Selama proses tersebut, stok batu bara di UBP Asam-Asam dipastikan mencukupi untuk mendukung operasional pembangkit sekitar 15 hari ke depan.
PLTU Asam-Asam merupakan salah satu tulang punggung sistem interkoneksi kelistrikan Kalimantan yang memasok kebutuhan listrik di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Karena itu, percepatan perbaikan dua unit pembangkit menjadi langkah penting untuk memulihkan keandalan pasokan listrik di kedua provinsi. (*)
Editor : M. Ramli Arisno