RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarbaru – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menarik seluruh mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Lingkungan Hidup (KKN-LH) Kelompok Desa Batulicin Irigasi, Kabupaten Tanah Bumbu, menyusul kecelakaan lalu lintas yang menewaskan enam orang, termasuk dua mahasiswa ULM.
Selain penarikan mahasiswa, ULM juga memberikan pendampingan kepada keluarga korban, layanan pemulihan trauma bagi mahasiswa terdampak, serta memperketat aturan keselamatan bagi seluruh peserta KKN-LH yang masih bertugas di lokasi lain.
Juru Bicara ULM, Dr. Novaria Maulina, M.I.Kom, mengatakan, langkah tersebut diambil sebagai bentuk tanggung jawab kampus dalam memastikan kondisi fisik dan psikologis mahasiswa pascakejadian.
"Kami memprioritaskan keselamatan dan pemulihan mahasiswa. Seluruh peserta KKN-LH Kelompok Desa Batulicin Irigasi telah dipulangkan agar dapat didampingi keluarga, sementara ULM melalui Tim Mobilitas Kegiatan Belajar Terpadu (MKBT) akan terus memberikan pendampingan kesehatan mental dan trauma healing," ujarnya, Senin (3/8).
Kecelakaan terjadi pada Sabtu (1/8), saat rombongan mahasiswa KKN-LH menghadiri acara syukuran sunatan di Desa Bulurejo bersama aparat desa. Sebanyak 16 mahasiswa ULM berangkat menggunakan lima kendaraan. Setelah acara selesai, rombongan berencana menuju objek wisata Sungai Alut. Namun, di tengah perjalanan terjadi kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan enam orang meninggal dunia dan satu orang mengalami luka-luka.
Korban meninggal dari ULM yakni Abdi Cahaya Girsang, mahasiswa Fakultas Kehutanan angkatan 2023, dan Muhammad Ramadhani, mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan angkatan 2023. Sementara satu mahasiswa ULM yang selamat, M. Fahrizal Hasbi dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan angkatan 2023, masih menjalani perawatan di RSUD Ulin Banjarmasin dan dilaporkan dalam kondisi stabil.
Novaria menjelaskan, sesaat setelah menerima informasi musibah tersebut, ULM langsung menerjunkan tim gabungan yang terdiri dari Wakil Rektor III, Tim MKBT, panitia pelaksana KKN-LH, dan dosen pendamping lapangan.
Tim dibagi untuk berkoordinasi dengan rumah sakit, keluarga korban, pemerintah daerah, serta aparat terkait.
"Sejak awal kami memastikan proses penanganan berjalan cepat, mulai dari pendampingan di rumah sakit, pemulangan jenazah, hingga pendampingan kepada keluarga korban. ULM juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu dan kepolisian terkait proses penanganan serta penyelidikan penyebab kecelakaan," katanya.
Menurut Novaria, seluruh biaya penanganan musibah ditanggung bersama oleh Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu dan ULM. Sementara itu, mahasiswa KKN-LH di lokasi lain tetap melanjutkan kegiatan hingga 10 Agustus 2026 dengan pengawasan yang diperketat.
Sebagai tindak lanjut, ULM juga menerbitkan Instruksi Bersama mengenai keselamatan dan pembatasan mobilitas mahasiswa KKN-LH selama menjalankan pengabdian di lapangan.
“Kami mengajak seluruh sivitas akademika untuk mendoakan para korban serta memberikan dukungan moral kepada keluarga yang ditinggalkan dan mahasiswa yang terdampak. Semoga proses pemulihan dapat berjalan dengan baik," tutupnya.
Editor : Nurhidayat