Operasi Modifikasi Cuaca Dihentikan, BNPB Kalsel Berencana Tambah Armada Water Bombing

Sheilla Farazela • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 12:00 WIB
ARMADA UDARA: Helikopter water bombing saat melakukan pemadam Karhutla dari udara.
ARMADA UDARA: Helikopter water bombing saat melakukan pemadam Karhutla dari udara.

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARBARU - Memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalsel. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiagakan skema penambahan armada helikopter water bombing.

Langkah ini diambil menyusul pengalihan sebagian armada pemadam udara untuk menanggulangi kejadian serupa di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Alhasil, saat ini hanya dua heli water bombing beroperasi.

Meski armada berkurang, BNPB telah memberikan kepastian untuk menambah kembali unit helikopter apabila situasi kebakaran di Kalsel memerlukan penguatan.

"Saat ini tersisa dua helikopter water bombing di Kalimantan Selatan karena sebagian armada digeser membantu Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Namun, apabila dibutuhkan, BNPB siap menambah kembali," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kalsel, Ronny Eka Saputra, Sabtu (1/8).

Ia menjelaskan, dukungan armada udara sangat vital karena banyak titik api berada di lokasi sulit yang tidak bisa ditembus oleh Satgas Darat. Penyiraman dari udara menjadi satu-satunya akses cepat untuk memadamkan api di area terisolasi.

Selain dua helikopter water bombing, operasi udara di Kalsel saat ini didukung satu helikopter patroli serta satu pesawat untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sekaligus pemantauan udara.

Sayangnya, ketika hujan masih tak merata, pelaksanaan OMC dihentikan sementara sejak 21 Juli lalu. Penghentian dilakukan karena potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Kalimantan Selatan sedang menurun, sehingga penyemaian garam belum optimal dilakukan. "Apabila kondisi awan memadai untuk disemai, tentu OMC akan kembali dilaksanakan. Semua bergantung pada situasi cuaca di lapangan," jelas Roni.

Untuk diketahui, Kalsel masih berstatus Siaga Darurat Karhutla. Sedikitnya enam daerah lain telah menetapkan status serupa. Yakni Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Barito Kuala, Tapin, Tanah Laut, dan Tanah Bumbu. (she/mof)

Editor : Arief
kalimantan selatan kebakaran lahan bnpb cuaca