Stok Beras Balangan Melimpah, Cadangan Pangan Tembus Empat Kali Lipat dari Kebutuhan

M Dirga • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 14:52 WIB
STOK PANGAN AMAN: Tumpukan karung beras cadangan milik Pemerintah Kabupaten Balangan yang disiapkan untuk mengantisipasi masa darurat bencana dan gejolak harga pangan di pasaran. (M Dirga/ Radar Banjarmasin)
STOK PANGAN AMAN: Tumpukan karung beras cadangan milik Pemerintah Kabupaten Balangan yang disiapkan untuk mengantisipasi masa darurat bencana dan gejolak harga pangan di pasaran. (M Dirga/ Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, PARINGIN - Warga Kabupaten Balangan tampaknya tidak perlu terlalu khawatir soal urusan ketersediaan bahan pangan pokok pada tahun ini. Pasalnya, stok cadangan beras milik pemerintah daerah saat ini dipastikan sangat melimpah, bahkan jumlahnya menembus 117 ton atau sekitar empat kali lipat dari perkiraan kebutuhan normal masyarakat.

Melimpahnya timbunan beras ini merupakan langkah antisipasi dari pemerintah daerah untuk menghadapi berbagai kemungkinan terburuk di lapangan. Jika merujuk pada hitungan standar Badan Pangan Nasional, kebutuhan cadangan beras di Balangan untuk tahun 2026 sebenarnya hanya berada di kisaran 25,37 ton. Jauhnya selisih antara stok yang ada dengan kebutuhan riil ini menjadi jaminan keamanan pangan warga, terutama saat menghadapi musim paceklik atau kondisi kedaruratan.

Kepastian mengenai melimpahnya cadangan pangan tersebut dikonfirmasi langsung oleh Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Balangan. Pihak dinas memastikan seluruh timbunan beras ini siap disalurkan kapan saja jika terjadi situasi mendesak yang mengancam urusan perut masyarakat.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKP3 Balangan, Dewi Diniati menyebutkan bahwa jumlah ratusan ton beras tersebut menjadi bukti kesiapan penuh daerah dalam mengantisipasi krisis. Ia menjelaskan bahwa pengaturan penyaluran beras ini juga sudah memiliki payung hukum yang jelas, yakni lewat Peraturan Bupati Balangan Nomor 15 Tahun 2024.

"Cadangan beras pemerintah daerah saat ini mencapai 117 ton, sedangkan kebutuhan sesuai pedoman Bapanas hanya sekitar 25,37 ton. Artinya, stok yang tersedia sangat aman untuk mendukung kebutuhan warga apabila terjadi kondisi darurat maupun gejolak harga," ucap Dewi.

Ia menambahkan, ratusan ton beras ini tidak hanya disimpan untuk disalurkan saat terjadi bencana alam seperti banjir, tanah longsor, atau saat petani mengalami gagal panen. Lebih dari itu, cadangan pangan ini juga disiapkan sebagai senjata pemerintah untuk menstabilkan pasar jika sewaktu-waktu harga beras melonjak tajam dan menyusahkan warga kelas bawah.

"Keberadaan cadangan pangan ini juga sebagai langkah antisipasi terhadap kerawanan pangan serta gejolak harga beras yang dapat berdampak langsung pada masyarakat luas," jelasnya.

Dengan ketersediaan beras yang sangat mencukupi dan aturan main penyaluran yang sudah tertata, ancaman krisis kelaparan di Balangan diyakini bisa ditekan seminimal mungkin. Ke depannya, ketersediaan cadangan bahan pokok yang melimpah ini diharapkan mampu terus menjaga daya beli warga, sekaligus melindungi para petani lokal agar harga gabah mereka tidak jatuh ketika musim panen raya tiba.


Editor : Arif Subekti
melimpah empat kali lipat ketersediaan Balangan stok beras