RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, KOTABARU – Uji coba angkutan massal Buy The Service (BTS) atau Trans Saijaan terus menuai respons positif dari masyarakat.
Pada hari kedua operasional, Minggu (2/8/2026), Ketua KONI Kabupaten Kotabaru yang juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kotabaru, Awaludin turun langsung mencoba layanan tersebut bersama masyarakat.
Awaludin tidak sendiri. Ia didampingi Sekretaris KONI Kotabaru, Supian serta sejumlah pengurus KONI lainnya. Mereka memilih berangkat layaknya penumpang biasa tanpa perlakuan khusus.
Rombongan menaiki Trans Saijaan dari salah satu titik pemberhentian dan berbaur dengan masyarakat yang juga memanfaatkan layanan angkutan gratis tersebut.
Selama perjalanan, bus tetap beroperasi sesuai rute yang telah ditetapkan dan berhenti di setiap titik untuk menaikkan maupun menurunkan penumpang.
Awaludin menegaskan, tidak ada rekayasa maupun pengaturan khusus selama dirinya berada di dalam bus.
“Tidak ada settingan. Angkutan berjalan sesuai rute, berhenti di halte, menerima penumpang lain seperti biasa. Saya ingin melihat langsung bagaimana pelayanan yang dirasakan masyarakat,” ujarnya kepada Radar Banjarmasin.
Kesempatan itu juga dimanfaatkan Awaludin untuk berbincang dengan sejumlah penumpang. Ia mengaku sengaja mendengarkan langsung tanggapan masyarakat agar mengetahui sejauh mana manfaat program tersebut.
Menurutnya, ada satu pernyataan warga yang paling membekas selama perjalanan. “Yang paling membuat saya tersentuh ketika ada masyarakat mengatakan, ‘Ini program benar-benar membantu masyarakat, bukan program yang menguntungkan pejabat.’ Kalimat itu menurut saya sangat bermakna karena masyarakat bisa langsung merasakan manfaatnya,” katanya.
Ia menilai, pernyataan tersebut menjadi gambaran bahwa program Trans Saijaan telah menjawab kebutuhan masyarakat akan transportasi umum yang layak, aman, dan terjangkau.
Awaludin mengajak masyarakat memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan Pemerintah Kabupaten Kotabaru. Menurutnya, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada tingkat partisipasi masyarakat sebagai pengguna.
“Kalau masyarakat ramai menggunakan transportasi ini, tentu programnya akan terus berkembang. Mari kita jaga bersama fasilitas ini agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” ujarnya.
Selain menjaga kebersihan armada, ia juga mengingatkan masyarakat agar menaati aturan selama berada di dalam bus demi menciptakan kenyamanan bersama.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kotabaru, Khairian Anshari, sebelumnya, Jumat (31/7/2026) mengatakan kepada Radar Banjarmasin masa uji coba dimanfaatkan untuk melihat respons masyarakat sekaligus melakukan evaluasi terhadap operasional Trans Saijaan.
Menurutnya, pemerintah daerah ingin membangun budaya baru dalam penggunaan transportasi publik yang lebih tertib, aman, dan nyaman.
“Tujuan utama program ini adalah menghadirkan layanan transportasi massal yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat. Selama masa uji coba, layanan masih diberikan secara gratis agar masyarakat dapat mengenal dan mencoba langsung Trans Saijaan,” jelas Khairian.
Ia menambahkan, Dishub terus memantau jumlah penumpang, ketepatan waktu perjalanan, efektivitas rute, hingga kesiapan halte dan fasilitas pendukung lainnya sebagai bahan evaluasi sebelum layanan berjalan secara penuh.
Selain menghadirkan armada berpendingin udara (AC) dengan fasilitas yang lebih modern, seluruh bus juga telah dilengkapi perangkat tap on bus yang nantinya akan digunakan untuk mendukung sistem pembayaran non-tunai.
Khairian berharap semakin banyak masyarakat yang beralih menggunakan transportasi umum sehingga keberadaan Trans Saijaan benar-benar menjadi solusi mobilitas warga sekaligus mendukung sistem transportasi perkotaan yang lebih modern di Kabupaten Kotabaru.
Editor : Fauzan Ridhani