Marak Karhutla di Kalsel, Kasus ISPA Melonjak

Sheilla Farazela • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 22:25 WIB
Siswa sekolah di Banjarbaru harus memakai masker. Dinkes Kalsel mengungkap, angka kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) mengalami lonjakan. (Sheilla Fazarela)
Siswa sekolah di Banjarbaru harus memakai masker. Dinkes Kalsel mengungkap, angka kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) mengalami lonjakan. (Sheilla Fazarela)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARBARU - Seiring maraknya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) mengalami lonjakan. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, tercatat sebanyak 7.975 kasus.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalsel mengungkap, kasus tersebut meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, Diauddin menerangkan, karhutla mulai berdampak terhadap kesehatan masyarakat.

“Peningkatannya lumayan, dua kali lipat dibandingkan tahun lalu. Karhutla sudah mulai mempengaruhi kesehatan masyarakat, khususnya infeksi saluran pernapasan atas atau ISPA,” ujar Diauddin.

Meski belum merinci peringkat kasus di tiap daerah, Diauddin menyebutkan bahwa wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi menjadi penyumbang terbesar. “Kasus ISPA paling banyak umumnya ditemukan di daerah dengan jumlah penduduk yang besar, seperti Kabupaten Banjar dan Kota Banjarmasin,” bebernya.

Sebagai langkah mitigasi dan pencegahan dini, Dinkes Kalsel bersama jajaran kabupaten dan kota telah menggencarkan sosialisasi ke sekolah-sekolah. Pihaknya juga mengimbau agar para siswa menggunakan masker ketika kondisi cuaca dan kualitas udara mulai memburuk.

“Kawan-kawan di unit khusus sudah berjalan melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah. Sebagian sekolah juga kami imbau memakai masker kalau kondisi cuaca sudah tidak sehat,” kata Diauddin.

Selain edukasi, Dinas Kesehatan juga telah menyiapkan stok logistik berupa masker untuk didistribusikan langsung kepada masyarakat, terutama anak-anak sekolah yang dinilai paling rentan terdampak kabut asap karhutla.

“Pembagian masker memang dibutuhkan. Kami juga mengimbau kabupaten dan kota membagikan masker sebagai perlindungan, khususnya bagi anak-anak sekolah. Stok yang kami siapkan biasanya di atas 10 ribu masker,” pungkasnya. (she/mof)

Editor : Arief
Berita Banjarbaru Kabut Asap ispa Polusi Udara