Perkuat Peran Kader Jumantik Cegah DBD di Banjarbaru

Nurhidayat • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 22:10 WIB
CEGAH DBD: Tim Pengabdian kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Banjarmasin memberikan pelatihan kepada kader jumantik di Aula Kelurahan Sungai Besar, Kota Banjarbaru, guna meningkatkan kapasitas kader dalam pemantauan jentik, pembuatan ovitrap, dan pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD).
CEGAH DBD: Tim Pengabdian kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Banjarmasin memberikan pelatihan kepada kader jumantik di Aula Kelurahan Sungai Besar, Kota Banjarbaru, guna meningkatkan kapasitas kader dalam pemantauan jentik, pembuatan ovitrap, dan pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD).

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarbaru – Poltekkes Kemenkes Banjarmasin terus memperkuat upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Aula Kelurahan Sungai Besar, Kota Banjarbaru, Selasa (7/7). Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan kapasitas kader juru pemantau jentik (jumantik) sebagai garda terdepan pengendalian vektor penyakit berbasis pemberdayaan masyarakat.

Mengusung tema "Optimalisasi Peran Kader Jumantik dalam Mengatasi Ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD) Melalui Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan Kemuning dan Kelurahan Sungai Besar Kota Banjarbaru", pelatihan diikuti kader jumantik, perangkat kelurahan, petugas puskesmas, dan perwakilan masyarakat.

Lurah Sungai Besar, Anindya Risa Destiana, S.IP, mengapresiasi kolaborasi yang dibangun Poltekkes Kemenkes Banjarmasin. Menurutnya, pelatihan tersebut menjadi langkah nyata dalam memperkuat peran kader sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mencegah penyebaran DBD.

"Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Semoga ilmu yang diperoleh kader dapat diterapkan di lingkungan masing-masing sehingga masyarakat semakin aktif dalam memberantas sarang nyamuk dan mencegah DBD," ujarnya.

Ketua Tim PKM, Dr. Isnawati, SKM, M.Kes, menjelaskan kader jumantik memiliki peran strategis dalam memutus rantai penularan DBD. Dengan pengetahuan dan keterampilan yang memadai, kader diharapkan mampu mengedukasi masyarakat, melakukan pemantauan jentik secara rutin, serta menggerakkan warga menjaga kebersihan lingkungan.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi mengenai pencegahan DBD dan pengendalian vektor, dilanjutkan demonstrasi pemeriksaan jentik, praktik pembuatan ovitrap, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Diskusi interaktif yang berlangsung menunjukkan tingginya antusiasme peserta untuk menerapkan ilmu yang diperoleh.

Salah seorang kader jumantik mengaku pelatihan tersebut memberikan wawasan baru yang mudah diterapkan di lingkungan tempat tinggalnya.

"Ovitrap ternyata mudah dibuat dengan bahan sederhana. Kami akan mengajak warga untuk memanfaatkannya sebagai bagian dari upaya pencegahan DBD," katanya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program, Tim PKM Poltekkes Kemenkes Banjarmasin menyerahkan bantuan ovitrap kepada Kelurahan Sungai Besar. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan dalam kegiatan pemantauan jentik dan pemberantasan sarang nyamuk secara berkelanjutan.

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah kelurahan, tenaga kesehatan, kader jumantik, dan masyarakat, Poltekkes Kemenkes Banjarmasin berharap upaya pencegahan DBD di Kota Banjarbaru semakin efektif sehingga mampu menekan risiko penyebaran penyakit di lingkungan permukiman.

Editor : Nurhidayat
Pengabdian kepada masyarakat Poltekkes Kemenkes Banjarmasin banjarbaru dosen dan mahasiswa