Optimalkan Peran Kader Jumantik Cegah DBD

Nurhidayat • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 22:04 WIB
CEGAH DBD: Tim Pengabdian kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Banjarmasin memberikan pelatihan kepada kader jumantik di Aula Kelurahan Kemuning, Kota Banjarbaru.
CEGAH DBD: Tim Pengabdian kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Banjarmasin memberikan pelatihan kepada kader jumantik di Aula Kelurahan Kemuning, Kota Banjarbaru.

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarbaru  – Poltekkes Kemenkes Banjarmasin terus memperkuat upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk Optimalisasi Peran Kader Jumantik dalam Mengatasi Ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD) Melalui Pemberdayaan Masyarakat di Aula Kelurahan Kemuning, Kota Banjarbaru, Kamis (23/7/2026).

Kegiatan yang diketuai Dr. Isnawati, SKM, M.Kes ini diikuti kader juru pemantau jentik (jumantik), perangkat Kelurahan Kemuning, petugas puskesmas, dan masyarakat. Pelatihan bertujuan meningkatkan kapasitas kader sebagai ujung tombak pencegahan DBD melalui edukasi, pemantauan jentik, dan pemberdayaan masyarakat.

Peserta mendapatkan materi pencegahan DBD yang disampaikan Dr. Ns. Endang Sri Purwanti Ningsih, M.Kep., Sp.MB, serta materi pengendalian vektor oleh Dr. H.M. Irfa'i, S.ST., MT. Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti demonstrasi pemeriksaan jentik, praktik pembuatan ovitrap, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman.

Ketua Tim PKM, Dr. Isnawati, SKM, M.Kes, mengatakan kader jumantik memiliki peran strategis dalam memutus rantai penularan DBD melalui edukasi dan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di lingkungan masyarakat.
"Kader jumantik merupakan garda terdepan dalam pencegahan DBD. Melalui pelatihan ini, kami berharap mereka semakin percaya diri mengedukasi masyarakat dan menggerakkan upaya pemberantasan sarang nyamuk secara berkelanjutan," ujarnya.

Lurah Kemuning, Rifda Iklila, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi dengan Poltekkes Kemenkes Banjarmasin memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kapasitas kader sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

"Kami berharap kegiatan ini mampu meningkatkan peran kader jumantik dalam mencegah penyebaran DBD dan Poltekkes Kemenkes Banjarmasin terus menghadirkan program pengabdian yang berdampak langsung bagi masyarakat," katanya.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelatihan, terutama saat praktik pembuatan ovitrap. Salah seorang kader mengaku memperoleh keterampilan baru yang mudah diterapkan di lingkungan tempat tinggalnya.
"Ovitrap ternyata mudah dibuat dengan bahan sederhana. Kami akan mengajak warga memanfaatkannya sebagai salah satu cara mengendalikan nyamuk penyebab DBD," ungkapnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program, Tim PKM Poltekkes Kemenkes Banjarmasin menyerahkan sejumlah ovitrap kepada Kelurahan Kemuning. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan dalam kegiatan pemantauan jentik dan pengendalian vektor secara berkelanjutan.

Melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah kelurahan, tenaga kesehatan, kader jumantik, dan masyarakat, Poltekkes Kemenkes Banjarmasin berharap upaya pencegahan DBD di Kota Banjarbaru semakin efektif sehingga mampu menekan angka kejadian penyakit di lingkungan permukiman.

Editor : Nurhidayat
Pengabdian kepada masyarakat Poltekkes Kemenkes Banjarmasin banjarbaru DBD dosen dan mahasiswa