Kemarau Panjang Ancam Pasokan, PTAM Berkah Banua Minta Warga Tala Bijak Gunakan Air Bersih

Norsalim Yahya • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 15:09 WIB
KANTOR: Kantor PTAM Berkah Banua di Jalan A Syairani Komplek Perkantoran Pelaihari. (Foto : Norsalim Yahya/Radar Banjarmasin)
KANTOR: Kantor PTAM Berkah Banua di Jalan A Syairani Komplek Perkantoran Pelaihari. (Foto : Norsalim Yahya/Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Pelaihari - Musim kemarau yang berkepanjangan tidak hanya berdampak pada sektor pertanian, tetapi juga mulai mengancam ketersediaan air bersih di Kabupaten Tanah Laut (Tala).

Menyusutnya debit Sungai Tabunio membuat PT Air Minum (PTAM) Berkah Banua mewaspadai potensi terganggunya operasional Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) IKK Bajuin apabila hujan tidak turun hingga akhir September 2026.

Direktur PTAM Berkah Banua, Eko Sugiharto, mengatakan pelayanan air bersih kepada pelanggan masih berjalan normal. Namun, perusahaan terus memantau kondisi sumber air baku yang semakin berkurang akibat musim kemarau.

"Apabila kemarau berlangsung hingga dua bulan ke depan dan sampai akhir September masih belum turun hujan, maka ada kemungkinan operasional SPAM IKK Bajuin harus dihentikan karena ketersediaan air baku terus menyusut," ujar Eko, Jumat (31/7/2026).

SPAM IKK Bajuin selama ini mengandalkan Sungai Tabunio sebagai sumber air baku dengan kapasitas produksi sekitar 40 liter per detik. Ketika debit sungai menurun, jumlah air yang dapat diambil dan diolah ikut berkurang sehingga berpotensi memengaruhi pelayanan kepada pelanggan.

Selain jumlah air yang menyusut, kualitas air sungai juga ikut berubah. Tingkat kekeruhan atau Nephelometric Turbidity Unit (NTU) di Sungai Tabunio kini mencapai sekitar 1.000 NTU.

Sebagai gambaran, semakin tinggi nilai NTU, semakin keruh air tersebut sehingga proses pengolahannya menjadi air bersih membutuhkan waktu, bahan kimia, dan biaya yang lebih besar.

Sebagai alternatif, PT AM Berkah Banua memanfaatkan air dari embung di sekitar lokasi yang memiliki tingkat kekeruhan lebih rendah, yakni sekitar 300 hingga 500 NTU.

Perusahaan juga masih memiliki pasokan dari SPAM IKK Pelaihari yang menggunakan sumber air Danau PTPN dengan kapasitas produksi sekitar 40 liter per detik.

"Debit air di Danau PTPN memang ikut mengalami penyusutan, tetapi kondisinya masih memungkinkan untuk membantu suplai apabila produksi di SPAM IKK Bajuin berkurang," katanya.

Menghadapi potensi kekeringan, PTAM Berkah Banua telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menyiapkan langkah antisipasi, termasuk penyediaan penampungan air bersih apabila kondisi semakin memburuk.

"Kami sudah melakukan rapat bersama seluruh SKPD. Jika diperlukan untuk penanganan bencana kekeringan, PTAM Berkah Banua telah menyiapkan penampungan air bersih. Kami berharap hujan segera turun agar cadangan air baku kembali terisi," ujarnya.

Menurut Eko, situasi seperti ini bukan kali pertama terjadi. Pada musim kemarau 2015, operasional SPAM IKK Bajuin sempat berhenti selama sekitar satu bulan karena permukaan Sungai Tabunio turun drastis hingga pompa tidak lagi mampu mengangkat air.

Pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa keberlangsungan layanan air bersih sangat bergantung pada kondisi sumber air baku. Karena itu, masyarakat diimbau mulai menggunakan air secara bijak selama musim kemarau, seperti mengurangi penggunaan air untuk mencuci kendaraan, menyiram halaman secara berlebihan, atau membiarkan keran mengalir saat tidak digunakan.

Langkah sederhana tersebut dinilai dapat membantu menjaga ketersediaan air bersih apabila musim kemarau berlangsung lebih lama dari perkiraan.

Hingga Juni 2026, PTAM Berkah Banua melayani 15.757 sambungan rumah (SR) di Kabupaten Tala. Perusahaan juga terus menargetkan penambahan jumlah pelanggan seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan air bersih yang andal. 

Editor : Sutrisno
air bersih Tanah Laut