NYAMAN: BTS Trans Saijaan yang bakal mulai beroperasi besok Sabtu (1/8). (Foto: Dishub Kotabaru)RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Kotabaru - Era baru transportasi publik di Kabupaten Kotabaru resmi dimulai.Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotabaru meluncurkan layanan transportasi massal berbasis Buy The Service (BTS) atau Trans Saijaan yang mulai menjalani uji coba gratis bagi masyarakat pada Sabtu (1/8/2026).Seiring dimulainya layanan tersebut, angkutan kota (angkot) konvensional yang selama ini melayani masyarakat resmi dihentikan operasionalnya sejak Jumat (31/7/2026) malam.Peluncuran Trans Saijaan menjadi bagian dari upaya Pemkab Kotabaru membenahi sistem transportasi publik agar lebih aman, nyaman, modern, dan terjangkau.Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kotabaru, Khairian Anshari, mengatakan program ini diharapkan mampu mengubah kebiasaan masyarakat agar kembali memilih transportasi umum sebagai sarana mobilitas sehari-hari."Salah satu tujuan kami adalah mewujudkan transportasi yang aman dan terjangkau di Kotabaru. Memang belum sempurna, tetapi ini adalah langkah awal untuk membangun kebiasaan masyarakat agar mau menggunakan transportasi massal," ujarnya kepada Radar Banjarmasin, Jumat (31/7/2026).Khairian menjelaskan, seluruh biaya operasional bus BTS selama masa uji coba ditanggung penuh oleh Pemerintah Kabupaten Kotabaru sehingga masyarakat dapat menikmati layanan tersebut secara cuma-cuma."Mulai besok, 1 Agustus, resmi beroperasi untuk uji coba dan tidak dipungut biaya. Seluruh pembiayaan ditanggung pemerintah daerah," katanya.Berdasarkan data Dishub Kotabaru per 20 Juli 2026, sebanyak 29 unit armada telah tiba di Kotabaru. Selain itu, 66 pengemudi dinyatakan lulus uji kecakapan Test Drive MCO dan siap mengoperasikan armada.Dalam perencanaan, Pemkab Kotabaru menargetkan pengoperasian 43 unit armada yang akan melayani tujuh koridor. Layanan Trans Saijaan dijadwalkan beroperasi setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 21.00 WITA.Selain menghadirkan armada yang lebih modern dan berpendingin udara (AC), Trans Saijaan juga menerapkan sistem pembayaran non-tunai. Setiap armada telah dilengkapi perangkat tap-on-bus yang memungkinkan penumpang membayar menggunakan kartu elektronik."Di dalam angkot sudah kami siapkan alatnya. Setiap naik tinggal tap. Selain untuk BTS, ke depan kartu elektronik ini juga akan dikembangkan untuk transaksi parkir non-tunai, seperti di kawasan Siring Laut. Kami ingin membiasakan masyarakat bertransaksi secara digital," jelas Khairian.Menurutnya, kartu elektronik tersebut telah mulai disosialisasikan dan dibagikan secara bertahap kepada masyarakat, termasuk para pelajar melalui kegiatan sosialisasi di sekolah-sekolah.Khairian juga mengingatkan masyarakat untuk mematuhi aturan selama menggunakan layanan Trans Saijaan, terutama terkait barang bawaan, agar kenyamanan seluruh penumpang tetap terjaga."Penumpang boleh membawa barang, tetapi sebatas barang bawaan kabin. Kalau ibu-ibu pulang dari pasar tentu masih bisa membawa belanjaan dalam jumlah wajar. Jangan sampai seluruh barang dagangan dimasukkan ke dalam bus karena ini merupakan fasilitas umum," tegasnya.Saat ini, Dishub Kotabaru masih melakukan pemetaan titik-titik pemberhentian sekaligus memasang rambu-rambu halte di sejumlah lokasi sebagai persiapan mendukung kelancaran operasional Trans Saijaan. Editor : Sutrisno