RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Barabai – Gabungan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) mendesak PT PLN (Persero) segera menuntaskan persoalan pemadaman listrik bergilir di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST). Mereka bahkan memberi tenggat hingga 7 Agustus 2026 agar distribusi listrik kembali normal.
Tuntutan tersebut disampaikan dalam aksi damai di Kantor PLN UP3 Barabai, Kamis (30/7). Massa berjalan kaki dari Tugu Daun Mandingin menuju kantor PLN sambil membawa petisi dan menyuarakan lima tuntutan kepada perusahaan listrik negara itu.
Lima Tuntutan Mahasiswa
Ketua Umum HMI Cabang Barabai, Amril, mengatakan aksi tersebut merupakan tindak lanjut dari audiensi yang sebelumnya dilakukan dengan pihak PLN. Menurutnya, mahasiswa ingin memastikan persoalan pemadaman listrik mendapat penanganan serius.
"Kami meminta PLN bertanggung jawab atas kondisi yang terjadi saat ini, termasuk memberikan kompensasi kepada masyarakat dan bersikap transparan terkait penyebab serta penanganan pemadaman listrik," ujarnya.
Mahasiswa mendesak PLN segera memperbaiki sistem kelistrikan agar pemadaman bergilir tidak kembali terjadi. Mereka juga meminta keterbukaan informasi mengenai penyebab gangguan, langkah penanganan, hingga target penyelesaiannya.
Selain itu, mahasiswa menuntut PLN bertanggung jawab atas kerugian masyarakat, baik material maupun immaterial, akibat pemadaman listrik. Mereka meminta seluruh tindak lanjut diumumkan secara terbuka melalui papan pengumuman, media sosial, maupun kanal informasi resmi PLN.
Di akhir aksi, petisi diserahkan kepada pihak PLN. Mahasiswa meminta petisi tersebut tetap dipasang hingga persoalan pemadaman listrik benar-benar selesai.
Amril menegaskan, pihaknya akan terus mengawal realisasi lima tuntutan tersebut.
"Kalau sampai setelah 7 Agustus pemadaman masih terjadi atau petisi dicopot, kami akan kembali menggelar aksi jilid II," tegasnya.
PLN Minta Maaf, Pemulihan Terus Berjalan
Manager PT PLN (Persero) UP3 Barabai, Izbet Alighorky, mengapresiasi aksi mahasiswa yang berlangsung tertib dan kondusif. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas pemadaman bergilir yang masih terjadi.
"Kami mengapresiasi aksi damai dari rekan-rekan mahasiswa yang menyuarakan aspirasi masyarakat. Kami juga menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas pemadaman bergilir yang dirasakan masyarakat, khususnya di Hulu Sungai Tengah," katanya.
Menurut Izbet, pengaturan beban masih dilakukan karena pasokan daya pada sistem interkoneksi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah belum mampu memenuhi kebutuhan. Kondisi itu dipicu gangguan pada tiga unit pembangkit listrik.
Ia menyebut proses pemulihan terus berlangsung. Satu dari tiga unit pembangkit yang mengalami gangguan kini telah kembali beroperasi sehingga durasi pemadaman mulai berkurang dari sebelumnya lima hingga enam jam menjadi sekitar tiga hingga empat jam.
"Tuntutan dari rekan-rekan mahasiswa sudah kami terima. Kami akan pelajari dan berusaha memenuhi semuanya. Harapan kami sama, semoga pada minggu awal Agustus kondisi kembali normal sehingga tidak ada lagi pemadaman," ujarnya.
PLN juga mengimbau masyarakat untuk sementara mengurangi penggunaan listrik sekitar 30 persen selama masa pemulihan agar beban sistem dapat disesuaikan dengan pasokan daya yang tersedia. (*)
Editor : M. Ramli Arisno