PLN Tunjukkan Generator PLTU yang Rusak, Pastikan Stok Batu Bara Masih Aman

Zulvan Rahmatan • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 21:07 WIB

BUKTI: Senior Manager PT PLN Indonesia Power UBP Asam-Asam, Fajar Pamujianto, menunjukkan generator Unit 3 yang sedang menjalani pemeliharaan kepada peserta site visit di UBP Asam-Asam, Kamis (30/7). (Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)
BUKTI: Senior Manager PT PLN Indonesia Power UBP Asam-Asam, Fajar Pamujianto, menunjukkan generator Unit 3 yang sedang menjalani pemeliharaan kepada peserta site visit di UBP Asam-Asam, Kamis (30/7). (Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Pelaihari – PT PLN Indonesia Power membuka langsung kondisi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Asam-Asam kepada perwakilan pengunjuk rasa yang sebelumnya memprotes pemadaman listrik bergilir di Kalimantan Selatan.

Site visit yang berlangsung di Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kamis (30/7/2026) dilakukan untuk menjawab tuntutan massa agar PLN membuktikan penyebab pemadaman listrik yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Dalam kunjungan tersebut, peserta diajak melihat langsung generator PLTU Unit 3 yang sedang menjalani perbaikan. Mereka juga meninjau area penyimpanan batu bara untuk memastikan ketersediaan bahan bakar pembangkit.

Gangguan Terjadi pada Dua Unit

Senior Manager PT PLN Indonesia Power UBP Asam-Asam, Fajar Pamujianto menjelaskan gangguan saat ini terjadi pada Unit 2 dan Unit 3. Masing-masing memiliki kapasitas yang sama, sehingga keluarnya dua unit dari sistem membuat cadangan daya (reserve margin) menipis.

Sementara itu, Unit 1, Unit 4, Unit 5, dan Unit 6 masih beroperasi normal untuk menopang sistem kelistrikan Kalimantan Selatan.

"Untuk Unit 2 dan Unit 3 memang sedang dalam penanganan. Keduanya memiliki kapasitas yang sama," ujar Fajar.

Menurut dia, proses pemeliharaan Unit 2 telah berjalan sekitar 25 hari dari target penyelesaian selama 55 hari. Adapun Unit 3 baru memasuki hari ketujuh dari estimasi pekerjaan selama 30 hari.

Perbaikan Generator Dilakukan 24 Jam

Perbaikan generator Unit 3 dilakukan tanpa henti selama 24 jam menggunakan sistem tiga shift. Setiap shift melibatkan sekitar 10 pekerja yang menangani komponen utama pembangkit tersebut.

Fajar menegaskan jumlah personel yang bekerja bukan karena keterbatasan tenaga kerja, melainkan disesuaikan dengan ruang kerja dan tingkat presisi yang dibutuhkan.

Generator merupakan komponen vital yang mengubah energi mekanik menjadi energi listrik melalui proses induksi elektromagnetik. Karena itu, setiap tahapan pekerjaan harus dilakukan secara hati-hati, agar kualitas pekerjaan tetap terjaga.

"Pada generator yang dibutuhkan bukan banyak orang, tapi ketelitian dan kehati-hatian karena menyangkut garansi pekerjaan," jelasnya.

Pengujian Dilakukan Berulang

Fajar mengatakan perbaikan generator tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa. Setelah komponen diperbaiki, tim teknis harus menjalani serangkaian pengujian sebelum unit kembali dioperasikan.

Tahapannya meliputi uji coba, pengambilan data, evaluasi, hingga pengujian ulang untuk memastikan seluruh parameter memenuhi standar operasional.

"Secara teknis tidak ada kendala mendasar. Hanya memang prosesnya membutuhkan waktu karena treatment komponen dan sparepart dilakukan bertahap. Setelah diuji, datanya kami ambil, kemudian diuji lagi," katanya.

PLN Pastikan Bukan Karena Batu Bara

Fajar memastikan gangguan pada Unit 2 dan Unit 3 murni disebabkan persoalan teknis pada generator. Gangguan tersebut masuk kategori unplanned outage atau gangguan tidak terjadwal.

Menurut dia, kerusakan serupa juga pernah terjadi, termasuk pada 2018. Karena itu, pihaknya menegaskan pemadaman listrik yang terjadi tidak berkaitan dengan pasokan maupun kualitas batu bara.

"Ini murni masalah teknis pengoperasian generator. Tidak ada kaitannya dengan pasokan atau kualitas batu bara," tegas Fajar.

Ia menjelaskan, stok batu bara di UBP Asam-Asam dalam kondisi aman dan diperkirakan masih mampu memenuhi kebutuhan operasional pembangkit sekitar 15 hari ke depan.

Massa Pastikan Kondisi di Lapangan

Salah seorang perwakilan pengunjuk rasa, Ketua Pemuda Islam Kalsel, Rolly Irawan mengaku memperoleh gambaran lebih jelas setelah melihat langsung kondisi pembangkit.

Menurut dia, kerusakan memang terjadi pada generator Unit 3, sedangkan kualitas batu bara yang digunakan telah sesuai dengan spesifikasi yang dipersyaratkan.

"Setelah melihat langsung, kami mendapat penjelasan bahwa kerusakan memang pada generator Unit 3. Untuk batu bara, kualitasnya sesuai spek," ungkap Rolly.

Selain melihat area perbaikan generator, rombongan juga meninjau lokasi penyimpanan batu bara. Berdasarkan penjelasan yang diterima, persediaan bahan bakar masih mencukupi untuk mendukung operasional pembangkit dalam beberapa waktu ke depan.

Akan Awasi Hingga Agustus

Meski telah menerima penjelasan dari PLN, Rolly menegaskan pihaknya belum menghentikan pengawasan terhadap proses pemulihan sistem kelistrikan di Kalimantan Selatan.

Ia mengatakan, massa akan memantau perkembangan perbaikan hingga 25 Agustus. Apabila setelah batas waktu tersebut pemadaman listrik masih terjadi dan kondisi sistem belum kembali normal, mereka berencana kembali menggelar aksi untuk meminta pertanggungjawaban PLN.

"Kami akan pantau sampai tanggal 25 Agustus. Kalau masih terjadi pemadaman dan belum normal, kami akan kembali melakukan aksi untuk meminta kejelasan," pungkasnya. (*)

Editor : M. Ramli Arisno
pemadaman listrik Kalsel gangguan PLTU Asam-Asam generator PLTU rusak stok batu bara PLN site visit PLTU Asam-Asam