Konsumen Pertamax Pindah ke Pertalite Jadi Penyebab Antrean Panjang di SPBU HST

Jamaluddin Radar Banjarmasin • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 13:17 WIB
ANTRE: Antrean panjang pengisian pertalite di SPBU HST. (Foto: Jamaluddin/Radar Banjarmasin).
ANTRE: Antrean panjang pengisian pertalite di SPBU HST. (Foto: Jamaluddin/Radar Banjarmasin).

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Barabai – Pengelola SPBU Mandingin memastikan pasokan BBM subsidi jenis Pertalite di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) tidak mengalami pengurangan. Membludaknya antrean kendaraan dalam beberapa waktu terakhir disebut dipicu meningkatnya pengguna yang beralih dari Pertamax ke Pertalite.

Pengawas SPBU Mandingin, Purwadi, mengatakan kuota Pertalite yang diterima dari Pertamina hingga kini masih sama seperti bulan-bulan sebelumnya. Tidak ada penambahan maupun pengurangan pasokan.

"Pengiriman Pertalite dari Pertamina tetap seperti sebelumnya. Tidak ada penambahan, tetapi juga tidak ada pengurangan kuota," ujarnya, Kamis (30/7/2026).

Menurutnya, lonjakan antrean mulai terjadi setelah harga Pertamax mengalami kenaikan. Selisih harga yang cukup jauh membuat banyak pemilik kendaraan memilih beralih menggunakan Pertalite.

Dampaknya, stok Pertalite yang sebelumnya mampu melayani konsumen hingga malam hari kini lebih cepat habis.

"Kalau biasanya bisa sampai malam, sekarang sekitar 8.000 liter habis dalam lima jam," katanya.

Purwadi mengungkapkan, sebelum terjadi peralihan, penjualan Pertamax di SPBU Mandingin rata-rata mencapai sekitar 5.500 liter per hari. Kini penjualannya turun menjadi sekitar 3.000 liter per hari, sedangkan konsumsi Pertalite meningkat signifikan.

"Artinya cukup banyak konsumen Pertamax yang berpindah ke Pertalite," jelasnya.

Meski antrean kendaraan kerap mengular hingga keluar area SPBU, pihaknya tetap berupaya memberikan pelayanan maksimal. Saat ini SPBU Mandingin mengoperasikan empat nosel Pertalite, masing-masing dua nosel untuk dua jalur sepeda motor dan dua nosel untuk dua jalur mobil.

"Antreannya memang panjang, tetapi alhamdulillah tetap terlayani semua," ujarnya.

Purwadi juga mengimbau masyarakat tidak ikut mengantre apabila bahan bakar di kendaraan masih mencukupi. Menurutnya, langkah tersebut dapat membantu mengurangi kepadatan antrean dan mencegah kemacetan di sekitar SPBU.

"Dari Pertamina tetap mengirim BBM. Jadi kalau bahan bakar di kendaraan masih ada, tidak usah ikut mengantre supaya tidak menimbulkan kemacetan di jalan," pungkasnya.

Editor : Arif Subekti
antre pertalite beralih ke pertamax meningkatnya pengguna hulu sungai tengah