RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BARABAI – Bupati Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Samsul Rizal menerapkan gaya kepemimpinan yang mengedepankan disiplin, target yang terukur, serta evaluasi berkala. Pola kerja tersebut diakuinya merupakan hasil pengalaman selama bertugas sebagai prajurit TNI.
Dalam sebuah Podcast, Samsul Rizal mengatakan dirinya memulai karier militer pada 1997 sebagai prajurit di Batalyon 621 Manuntung. Pengalaman bertugas sebagai Babinsa hingga di satuan intelijen menjadi bekal dalam memahami persoalan masyarakat. "Dari situ saya mengetahui secara langsung apa yang dibutuhkan masyarakat," ujarnya.
Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi dasar dalam menyusun berbagai program prioritas di Kabupaten HST. Salah satunya program pembangunan dan perbaikan 1.000 rumah setiap tahun bagi masyarakat yang membutuhkan.
Ia menyebut, target program tersebut pada 2025 telah terealisasi 100 persen.
Selain itu, Pemkab HST juga memprioritaskan pelayanan kesehatan melalui program Universal Health Coverage (UHC). Dengan program tersebut, masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan tanpa dipungut biaya sesuai ketentuan yang berlaku.
"Di HST masyarakat sudah bisa berobat gratis melalui UHC, terutama bagi yang membutuhkan," katanya.
Dalam menjalankan roda pemerintahan, Samsul Rizal menegaskan setiap program harus memiliki target yang jelas, indikator keberhasilan, serta dievaluasi secara berkala.
Ia juga menolak budaya laporan yang hanya menyenangkan pimpinan tanpa menggambarkan kondisi sebenarnya di lapangan.
"Saya ingin semua turun langsung ke lapangan. Setiap program dan instruksi akan saya cek pelaksanaannya," tegasnya.
Samsul Rizal menambahkan, pengalaman mengikuti retret kepala daerah turut memperkaya pemahamannya tentang kepemimpinan, khususnya dalam menyelaraskan program pembangunan daerah dengan kebijakan nasional, membangun komunikasi dengan jajaran, serta memperkuat ketahanan mental dan keteladanan sebagai pemimpin.
Editor : Fauzan Ridhani