H Muhidin Pastikan PLN Percepat Pemulihan Kelistrikan, Dua Pembangkit Besar Segera Beroperasi Normal pada 5 Agustus 2026

admin • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 19:32 WIB
BERIKAN PENJELASAN: Gubernur Kalsel H Muhidin bersama GM PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono dan
BERIKAN PENJELASAN: Gubernur Kalsel H Muhidin bersama GM PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono dan Saleh Siswanto, Executive Vice President Operational Sumatera Kalimantan PLN.(Foto: Biro Adpim Pemprov Kalsel) 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARBARU – Gubernur Kalsel, H Muhidin menegaskan Pemprov Kalsel terus mengawal percepatan pemulihan sistem kelistrikan bersama PLN Pusat, menyusul terjadinya pemadaman bergilir di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng).

Saat ini, Pemprov Kalsel bersama pihak PLN Kalselteng tengah intens melakukan pengawalan dan koordinasi penanganan gangguan pasokan listrik di Kalselteng secara intensif. 

Sebagai bentuk keseriusan dan perhatian terkait kondisi kelistrikan di wilayah Kalselteng tersebut, H Muhidin kembali memanggil dan melakukan pertemuan bersama perwakilan petinggi PLN.

Kali ini, H Muhidin bertemu dan berkoordinasi langsung bersama jajaran Pimpinan PLN Pusat. Yakni, Saleh Siswanto, Executive Vice President Operational Sumatera Kalimantan dan GM PLN  UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, pada Rabu (29/7/2026) di Banjarbaru.

Dalam koordinasi itu, H Muhidin meminta tim dari PLN Pusat segera turun ke daerah untuk memberikan penjelasan secara terbuka mengenai kondisi pembangkit listrik yang menjadi penyebab terganggunya pasokan listrik.

H Muhidin juga meluruskan informasi yang sempat beredar di masyarakat terkait lokasi pembangkit listrik. 

Ia menjelaskan pembangkit berkapasitas 2x100 megawatt yang berada di Kabupaten Gunung Mas, Kuala Kurun, Kalimantan Tengah, bukan merupakan IPP Murung Raya, sebagaimana sempat diberitakan, melainkan pembangkit milik SKS Listrik Kalimantan (SLK).

Untuk memastikan kondisi di lapangan, H Muhidin berencana melakukan peninjauan langsung bersama jajaran terkait.

"Insya Allah, minggu depan kita akan melakukan peninjauan di PLTU Asam-Asam bersama jajaran PLN untuk memastikan bahwa proses perbaikan memang berjalan sesuai rencana," kata H Muhidin.

Sementara itu, Iwan Soelistijono mengungkapkan terjadinya pemadaman bergilir disebabkan 3 unit pembangkit besar di sistem interkoneksi di Kalselteng mengalami gangguan dan sedang menjalani proses perbaikan.

Disebutkannya, PLTU SKS Listrik Kalimantan (SLK) di Kabupaten Gunung Mas  Kalimantan Tengah, memiliki kapasitas 2x100 megawatt. "Saat ini unit 1 beroperasi normal, aman dan handal, sedangkan Unit 2 yang mengalami gangguan ditargetkan kembali beroperasi pada 5 Agustus 2026 dengan kapasitas 100 megawatt," ujar Iwan, Rabu (29/7/2026).

Selain itu, PLTU Tanjung Power Indonesia (TPI) di Kabupaten Tabalong yang juga memiliki kapasitas 2x100 megawatt sebelumnya mengalami gangguan pada Unit 2 sebesar 100 megawatt.

Namun, Iwan memastikan unit tersebut telah berhasil kembali beroperasi penuh sejak 28 Juli 2026, lebih cepat dari target semula pada 30 Juli 2026.

PLN juga menyampaikan PLTU Asam-Asam Unit 2 dan 3 yang memiliki kapasitas 54 megawatt turut menjadi bagian dari proses pemulihan sistem kelistrikan.

Sementara, Saleh Siswanto mengapresiasi perhatian dan dukungan H Muhidin dalam mengawal percepatan perbaikan pembangkit kelistrikan di wilayah Kalselteng.

Menurutnya, arahan H Muhidin menjadi dorongan bagi PLN untuk mempercepat proses pemulihan, sehingga dampak pemadaman bergilir dapat segera diatasi.

"Alhamdulillah, salah satu pembangkit yang sebelumnya mengalami kerusakan telah kembali beroperasi sejak 28 Juli 2026. Kami terus bekerja keras bersama seluruh personel PLN dan berkoordinasi dengan seluruh pengelola pembangkit agar unit yang masih dalam perbaikan dapat segera beroperasi," ujar Saleh Siswanto.

PLN optimistis, setelah pembangkit TPI dan Unit 2 SKS Listrik Kalimantan beroperasi penuh, pasokan daya akan kembali mencukupi, sehingga pemadaman bergilir dapat dihentikan.

"Dengan beroperasinya kembali kedua pembangkit berkapasitas masing-masing 100 megawatt tersebut, sistem interkoneksi kelistrikan Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara dipastikan akan semakin kuat dan andal dalam memenuhi kebutuhan listrik masyarakat," pungkasnya.

Editor : Fauzan Ridhani
pemadaman listrik bergilir Iwan Soelistijono pembangkit listrik Gubernur Kalsel H Muhidin PLN UID Kalselteng