RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARBARU – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (Pemkab HSU) kembali menorehkan prestasi di bidang inovasi daerah. Berkat terobosan PENA SAJIWA, HSU berhasil menembus 10 besar Kalsel Innovation Award (KIA) 2026.
Keberhasilan tersebut dipaparkan dalam sesi presentasi dan evaluasi di hadapan dewan juri di Aula Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kalimantan Selatan, Selasa (28/7/2026).
Dalam pemaparan itu, Wakil Bupati HSU, Hero Setiawan atau yang akrab disapa Iwan Alabio menjelaskan bahwa inovasi PENA SAJIWA dikembangkan atas arahan Bupati HSU, H Sahrujani sebagai instrumen pengawasan kinerja Pemerintahan berbasis teknologi. Sistem tersebut digunakan untuk mengawal pelaksanaan program Pemerintah hingga tingkat desa.
Menurut Iwan, komitmen kepala daerah dalam mengawal kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diwujudkan melalui kebijakan evaluasi langsung terhadap dinas dengan serapan anggaran terendah.
"Atas arahan Pak Bupati, kami mendampingi seluruh SKPD sampai ke satuan terkecil. Jadi, jangan coba-coba berada di posisi lima terendah, karena Pak Bupati atau saya sendiri yang akan berkantor di OPD tersebut untuk melakukan evaluasi," ujarnya di hadapan dewan juri.
PENA SAJIWA menjadi dashboard pengawasan yang mampu memantau sekitar 540 program dan lebih dari 1.600 subkegiatan. Sistem ini juga mendeteksi subkegiatan yang capaian kinerjanya masih di bawah 50 persen dengan penanda berwarna merah sehingga dapat segera dievaluasi.
Selain memperkuat tata kelola Pemerintahan, HSU juga mempresentasikan dua inovasi lainnya, yakni AL PILUNG (Alat Pemipih Purun dan Ilung) dan SiiNDAH (Sistem Inovasi Desa untuk Pelayanan Mudah).
AL PILUNG merupakan teknologi tepat guna yang membantu pengrajin purun dan eceng gondok meningkatkan produktivitas sekaligus menghasilkan bahan baku kerajinan yang lebih berkualitas. Sementara SiiNDAH dikembangkan untuk mempercepat pelayanan administrasi di desa sehingga masyarakat memperoleh layanan yang lebih mudah, cepat, dan transparan.
Tim penilai juga menerima paparan mengenai dampak inovasi terhadap pembangunan daerah. HSU mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,07 persen atau melampaui target 4,52 persen serta menjadi yang tertinggi di wilayah Banua Enam. Selain itu, angka kemiskinan terus menurun dalam dua tahun terakhir dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga menunjukkan tren peningkatan.
Komitmen Pemerintah Kabupaten HSU dalam membangun budaya inovasi mendapat apresiasi dari dewan juri.
Inovasi yang dijalankan dinilai tidak hanya memperkuat tata kelola pemerintahan, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi pelayanan publik dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Bupati HSU H. Sahrujani menargetkan Kabupaten Hulu Sungai Utara meraih predikat Kabupaten Terinovatif pada ajang Innovative Government Award (IGA) 2026 yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri. Target tersebut menjadi langkah lanjutan setelah HSU beberapa tahun terakhir berhasil mempertahankan predikat Kabupaten Sangat Inovatif.
Editor : Fauzan Ridhani