Atasi Dampak Kemarau Ekstrem, DKP3 Banjarbaru Petakan Wilayah Rawan dan Pinjamkan Pompa Air ke Petani

Sheilla Farazela • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 15:44 WIB
Para petani saat panen padi di salah satu poktan di Banjarbaru (DKP3 Banjarbaru untuk Radar Banjarmasin)
Para petani saat panen padi di salah satu poktan di Banjarbaru (DKP3 Banjarbaru untuk Radar Banjarmasin)

‎RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarbaru – Memasuki musim kemarau, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarbaru bergerak cepat merespons keluhan para petani yang mengalai kesulitan mendapatkan pasokan air.

DKP3 telah menyusun sejumlah langkah strategis guna memastikan sektor pertanian, perkebunan, perikanan, hingga peternakan tetap bertahan di tengah cuaca ekstrem.

‎‎Sekretaris DKP3 Kota Banjarbaru Wiwin Robiaty mengatakan langkah awal yang direalisasikan adalah memetakan titik-titik lokasi (lokus) yang mengalami kekeringan terparah, khususnya pada lahan tanaman pangan dan hortikultura.

‎Berdasarkan laporan yang masuk, wilayah yang paling terdampak tersebar di tiga lokasi utama, yakni Kecamatan Cempaka, Kelurahan Syamsudin Noor, dan Kelurahan Landasan Ulin Utara.

‎‎"Untuk Kecamatan Cempaka, fokus penanganan kami lebih ke lahan persawahan. Sementara di Kelurahan Landasan Ulin Utara dan Syamsudin Noor, penanganan difokuskan pada lahan hortikultura," ungkapnya.

‎Sebagai solusi konkret di lapangan, ujar Wiwin, DKP3 memberikan fasilitas peminjaman pompa air guna membantu penyaluran air ke lahan-lahan yang mengering.

‎Selain bantuan mekanisasi, penyesuaian pola tanam juga diterapkan sesuai dengan karakteristik sektor masing-masing.

‎Untuk sektor tanaman pangan seperti padi, DKP3 merekomendasikan penggunaan varietas bibit unggul yang memiliki ketahanan tinggi terhadap kondisi minim air.

‎"Sedangkan pada sektor hortikultura, petani diimbau melakukan percepatan penanaman serta mengatur jarak tanam agar tanaman mampu bertahan di tengah paparan suhu panas yang tinggi,"katanya.

Meski ancaman kekeringan terus membayangi, DKP3 memastikan hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan fatal seperti fenomena padi hampa (bulir kosong).

‎Bahkan, sektor pertanian di Kota Idaman ini baru saja mengamankan hasil panen di wilayah persawahan.

‎‎"Sementara ini belum ada laporan mengenai padi kosong. Beberapa minggu lalu kita justru baru saja melaksanakan panen padi jenis Mayang Jambu seluas kurang lebih 30 hektare di Kecamatan Cempaka," pungkasnya.

‎Dengan berbagai intervensi teknis dan pendampingan berkelanjutan ini, DKP3 Banjarbaru optimistis ketahanan pangan daerah tetap terjaga serta meminimalisasi potensi kerugian di tingkat petani sepanjang musim kemarau.

Editor : Arif Subekti
kemarau ekstrem DKP3 Banjarbaru memetakan wilayah sejumlah langkah Terdampak