RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Kandangan - Memasuki musim kemarau, harga sejumlah jenis cabai di Pasar Tradisional Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), mulai mengalami kenaikan.
Berdasarkan data Pengawasan Pengendalian Inflasi Daerah Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) HSS per 29 Juli 2026, kenaikan terjadi pada tiga komoditas cabai.
Fasilitator Perdagangan Disperindag HSS, Rif'at mengatakan, harga cabai merah besar mengalami kenaikan paling tinggi. Jika pada 24 Juli 2026 masih dijual Rp50 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp70 ribu per kilogram.
Sementara itu, cabai merah keriting naik dari Rp40 ribu menjadi Rp50 ribu per kilogram. Adapun cabai rawit merah saat ini dijual dengan harga Rp70 ribu per kilogram.
Rif'at menduga kenaikan harga tersebut dipengaruhi berkurangnya pasokan cabai dari petani selama musim kemarau.
"Kemungkinan karena kelangkaan pasokan cabai dari petani," katanya, Rabu (29/7/2026).
Kenaikan harga itu juga dirasakan para pedagang di Pasar Los Batu Kandangan.
Salah seorang pedagang sayur, Acil Ina, membenarkan harga cabai memang mulai naik dalam beberapa hari terakhir. Selain harga yang meningkat, cuaca panas juga membuat cabai lebih cepat layu dan mengering sehingga harus disimpan di dalam kantong plastik agar kualitasnya tetap terjaga.
"Benar, harga cabai naik. Karena kepanasan cabai jadi cepat kering, jadi saya masukkan ke dalam kantong kresek," ujarnya.
Berkurangnya pasokan cabai dari petani tidak lepas dari dampak musim kemarau. Salah seorang petani cabai, Faisal, mengaku belum bisa menanam cabai karena kondisi tanah yang kering dan sulitnya mendapatkan sumber air untuk pengairan.
"Tidak bisa berkebun cabai, tanahnya kering dan sumber air sulit," katanya.
Kondisi tersebut membuat pasokan cabai ke pasar berkurang sehingga berdampak pada kenaikan harga di tingkat pedagang. Selama musim kemarau masih berlangsung dan petani belum dapat kembali menanam secara optimal, harga cabai diperkirakan masih berpotensi berfluktuasi.
Editor : Sutrisno