Berawal dari Kue Ulang Tahun Anak, Kini Jadi Andalan Warga Tapin Ini

Rasidi Fadli • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 12:29 WIB
JADI ANDALAN: Mama Atul memperlihatkan kue yang dibuatnya. 
JADI ANDALAN: Mama Atul memperlihatkan kue yang dibuatnya. 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Rantau – Tidak pernah terbayang di benak Mama Atul, kue ulang tahun yang dibuat khusus untuk putra tercinta justru menjadi awal perjalanan sebuah usaha yang kini dikenal banyak warga Tapin.

Berbekal hobi membuat kue dan ketelatenan menghias bolu, dapur sederhana di rumahnya kini tak pernah sepi dari pesanan.

Setiap hari, perempuan yang tinggal di Kelurahan Rantau Kanan, Kecamatan Tapin Utara, itu menghabiskan waktunya di balik meja dapur. Mengaduk adonan, memanggang bolu, lalu menghiasnya menjadi aneka bentuk menarik, mulai karakter kartun, bunga, hingga desain elegan untuk berbagai acara.

"Awalnya hanya ingin membuat kue ulang tahun yang spesial untuk anak. Karena memang suka membuat kue, saya coba menghias sendiri. Ternyata hasilnya banyak yang suka, lalu mulai ada tetangga dan keluarga yang memesan," tutur Mama Atul, Rabu (29/7/2026).

Dari situlah usahanya perlahan tumbuh. Cerita dari mulut ke mulut membuat pesanan terus berdatangan. Kini, bukan hanya warga sekitar yang menjadi pelanggan, tetapi juga sekolah, instansi pemerintah, hingga perusahaan di Kabupaten Tapin.

Mama Atul mengatakan, harga bolu hias yang ditawarkan cukup terjangkau. Untuk kue ulang tahun, pelanggan cukup menyiapkan anggaran mulai sekitar Rp60 ribu hingga ratusan ribu rupiah, tergantung ukuran serta tingkat kesulitan dekorasi.

Selain bolu ulang tahun, ia juga menerima pesanan kue untuk pernikahan, arisan, syukuran, hingga berbagai kegiatan lainnya. Baginya, kualitas rasa tetap menjadi prioritas utama di samping tampilan yang menarik.

Di balik meningkatnya permintaan, perempuan tersebut mengaku masih menghadapi tantangan. Bahan dekorasi dan topping premium belum banyak tersedia di Tapin sehingga harus didatangkan dari luar daerah.

"Kalau bahan dekorasi tertentu memang masih harus pesan dari luar daerah. Kadang itu berpengaruh pada waktu produksi, tetapi kami tetap berusaha menjaga kualitas agar pelanggan tidak kecewa," ujarnya.

Meski menghadapi keterbatasan, semangatnya tak pernah surut. Dukungan keluarga dan kepercayaan pelanggan menjadi motivasi untuk terus belajar menghadirkan desain-desain baru yang mengikuti perkembangan tren.

Usaha rumahan yang lahir dari sebuah momen sederhana itu kini berkembang menjadi salah satu UMKM kuliner yang diperhitungkan di Kabupaten Tapin. Kreativitas, pelayanan yang ramah, serta harga yang bersahabat menjadi alasan banyak pelanggan kembali memesan.

Dari dapur kecil di rumahnya, Mama Atul membuktikan bahwa sebuah hobi bisa tumbuh menjadi usaha yang memberi manfaat bagi keluarga sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi banyak orang melalui kue-kue yang menghiasi berbagai momen istimewa di Bumi Ruhui Rahayu.

Editor : Sutrisno
kue Tapin Rantau