Kasus Ribuan Ayam Mati di HST Jadi Alarm Dinas Pertanian Banjar

M Fadlan Zakiri • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 15:44 WIB
ILUSTRASI. Dinas Pertanian Kabupaten Banjar mulai mewaspadai potensi risiko kematian ayam di kandang close house saat terjadi pemadaman listrik. (GOOGLE MAP)
ILUSTRASI. Dinas Pertanian Kabupaten Banjar mulai mewaspadai potensi risiko kematian ayam di kandang close house saat terjadi pemadaman listrik. (GOOGLE MAP)

 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Martapura – Kasus kematian lebih dari 5.000 ekor ayam pedaging di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) yang diduga dipicu pemadaman listrik mulai menjadi perhatian Dinas Pertanian Kabupaten Banjar.

Banyaknya peternakan ayam di Banjar yang menggunakan sistem kandang tertutup (close house) membuat potensi kejadian serupa mulai diwaspadai.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, drh. Lulu Vilavardi, mengatakan hingga kini pihaknya belum menerima laporan adanya kematian ayam akibat pemadaman listrik di Kabupaten Banjar.

Namun, pihaknya akan menelusuri informasi tersebut menyusul viralnya kasus di HST. Menurut Lulu, banyak peternak ayam di Kabupaten Banjar juga menggunakan sistem close house. Karena itu, risiko serupa tetap ada apabila terjadi pemadaman listrik berkepanjangan, meski sejauh ini belum ditemukan kasus di lapangan.

"Kalau melihat video yang beredar, kejadiannya di kandang close house. Di Kabupaten Banjar juga banyak peternak yang menggunakan sistem ini. Kemungkinannya bisa saja terjadi, tapi kita harus menemukan fakta di lapangan dulu," ujarnya.

Ia menjelaskan, kandang close house sangat bergantung pada pasokan listrik karena sirkulasi udara sepenuhnya mengandalkan kipas ventilasi sebagai pendorong dan penarik udara.

Saat listrik padam, kipas otomatis berhenti bekerja. Kondisi itu membuat suhu di dalam kandang meningkat dan pasokan oksigen terus berkurang. Apabila ventilasi tidak segera dibuka secara manual, ayam berisiko mengalami stres panas hingga mati.

Lulu menduga hal itulah yang kemungkinan terjadi pada kasus di HST. Menurutnya, pemilik kandang seharusnya segera membuka tirai atau layar di sisi kanan dan kiri kandang agar udara dari luar tetap dapat masuk ketika listrik padam.

"Kalau mati lampu, kipasnya ikut mati. Seharusnya layar kanan-kiri dibuka supaya angin tetap masuk. Kalau terlambat dibuka, apalagi padamnya malam hari, ayam bisa kekurangan oksigen," jelasnya.

Untuk memudahkan pemahaman, Lulu mengibaratkan kandang close house seperti ruangan berpendingin udara.

"Bayangkan ruangan ber-AC saat listrik mati. Lama-lama terasa pengap sehingga kita membuka pintu atau jendela. Kurang lebih seperti itulah kondisi kandang close house," katanya.

Lulu menambahkan, sistem close house kini semakin banyak digunakan peternak ayam di Kabupaten Banjar karena mampu menjaga suhu kandang lebih stabil dan meningkatkan produktivitas ternak. 

Namun di sisi lain, sistem tersebut juga membuat peternakan sangat bergantung pada pasokan listrik yang andal.

Karena itu, ia mengingatkan peternak agar menyiapkan langkah darurat ketika terjadi pemadaman listrik, termasuk membuka ventilasi secara manual agar sirkulasi udara tetap terjaga hingga pasokan listrik kembali normal.

“Pihaknya juga akan terus memantau kondisi peternakan ayam di Kabupaten Banjar, terutama selama terjadinya pemadaman listrik bergilir ini,” imbuhnya 

Sebelumnya, lebih dari 5.000 ekor ayam pedaging dilaporkan mati di sebuah kandang close house di Desa Aluan Sumur, Kecamatan Batu Benawa, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Jumat (24/7). 

Peristiwa yang viral di media sosial itu diduga dipicu pemadaman listrik selama lebih dari lima jam. 

Akibat padamnya listrik, generator cadangan dilaporkan mengalami kerusakan sehingga kipas blower berhenti beroperasi, suhu kandang meningkat drastis, dan ribuan ayam mati. 

Kasus di HST tersebut tentunya jadi pengingat bagi para peternak di Kabupaten Banjar untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Terutama bagi mereka yang mengelola kandang close house yang sangat bergantung pada pasokan listrik untuk menjaga suhu dan sirkulasi udara tetap ideal,” pungkasnya.

Editor : M Oscar Fraby
peternak ayam Banjar pemadaman listrik