Digeruduk Aliansi Pemuda Kota Banjarmasin, PLN Sebut Kelistrikan Kalselteng Pulih pada Awal September

Zulvan Rahmatan • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 14:19 WIB
MENGGERUDUK: Aliansi Pemuda Kota Banjarmasin menggeruduk Kantor PLN UP3 Banjarmasin. (Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)
MENGGERUDUK: Aliansi Pemuda Kota Banjarmasin menggeruduk Kantor PLN UP3 Banjarmasin. (Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin - Gelombang keresahan dampak pemadaman bergilir kembali berlangsung. Kali ini, Aliansi Pemuda Kota Banjarmasin menggeruduk Kantor PLN UP3 Banjarmasin di Jalan Lambung Mangkurat, Selasa (28/7/2026).

Selain menuntut pemulihan secara cepat dan peluang kompensasi, mereka juga menyinggung dampak pemadaman bergilir yang membuat masyarakat merugi baik secara materil maupun non materiil.

Perwakilan massa aksi, Ahmad Sunir Ridha menegaskan, masyarakat tidak hanya menginginkan kompensasi berupa potongan tagihan listrik, tetapi juga ganti rugi secara materiil atas kerugian yang ditimbulkan akibat pemadaman.

Sementara itu, Assistant Manager Transaksi Energi Listrik PLN UP3 Banjarmasin, Akhyar Rifani mengakui masih adanya keluhan masyarakat terkait jadwal pemadaman yang kerap bergeser dari informasi yang diumumkan.

Menurutnya, pergeseran waktu pemadaman sekitar satu hingga dua jam masih terjadi karena menyesuaikan kondisi sistem kelistrikan di lapangan.

"Memang masih ada pergeseran dari jadwal yang telah diumumkan. Untuk informasi terbaru, kami terus memperbaruinya melalui WhatsApp Group dan aplikasi PLN Mobile," jelasnya.

Terkait tuntutan kompensasi, Akhyar menegaskan mekanismenya telah diatur dalam Peraturan Menteri ESDM. PLN akan lebih dahulu melakukan verifikasi data pelanggan yang terdampak sebelum kompensasi diberikan.

Bagi pelanggan pascabayar yang memenuhi ketentuan, kompensasi akan diberikan dalam bentuk pengurangan tagihan listrik sesuai regulasi yang berlaku.

Di sisi lain, Akhyar juga membeberkan tahapan pemulihan sistem kelistrikan Kalselteng. Ia mengatakan satu unit pembangkit dijadwal kan mulai masuk sistem pada 30 Juli, sehingga durasi pemadaman diproyeksikan berkurang dari sekitar lima jam menjadi tiga jam.

Selanjutnya, pada 5 Agustus, satu unit pembangkit kembali beroperasi. Dengan tambahan pasokan tersebut, pemadaman bergilir ditargetkan tidak lagi dilakukan, meski sistem masih berada dalam status siaga karena pasokan dan beban listrik relatif berimbang.

Kemudian, pembangkit PLTU Asam-Asam dijadwalkan kembali beroperasi pada 29 Agustus. Tambahan daya tersebut diharapkan membuat sistem kelistrikan Kalselteng pulih sepenuhnya pada awal September.

"Harapan kami, setelah seluruh pembangkit kembali masuk sistem, awal September kondisi kelistrikan Kalselteng sudah normal," katanya.

Akhyar menyebut saat ini sistem kelistrikan Kalselteng masih mengalami defisit daya sekitar 170 megawatt (MW). Khusus wilayah Banjarmasin, kuota pemadaman bergilir mencapai sekitar 30 MW.

Ia optimistis pemadaman terencana dapat dihentikan mulai awal Agustus. Meski demikian, PLN tetap mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan yang bersifat insidental.

Di sisi lain, Assistant Manager Niaga dan Pemasaran PLN UP3 Banjarmasin, Hendy Syaifuddin menyampaikan permohonan maaf. Menurutnya, sistem kelistrikan di Kalimantan terhubung dalam satu jaringan interkoneksi, mulai dari Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur hingga Kalimantan Utara. 

Karena itu, gangguan pada satu pembangkit akan berdampak terhadap pasokan listrik di seluruh sistem.

"Sejak dua minggu lalu seharusnya kondisi sudah normal. Namun kembali terjadi gangguan pembangkit sehingga berdampak pada sistem interkoneksi," ujarnya.

Ia menjelaskan, PLN saat ini masih melakukan perbaikan di sejumlah pembangkit, di antaranya PLTU Asam-Asam, PLTD Kuala Kurun, PLTU Tanjung Power Indonesia, serta pembangkit di wilayah Gunung Mas.

Akibatnya, sistem kelistrikan Kalselteng masih mengalami defisit daya. Saat ini, kebutuhan listrik masyarakat disebut lebih tinggi dibanding kemampuan pasokan pembangkit yang tersedia.

"Kondisi sekarang masih defisit. Artinya pemakaian masyarakat lebih besar dibanding kemampuan pembangkit yang tersedia," jelasnya.

Selama masa defisit tersebut, PLN juga melakukan pendekatan kepada pelanggan-pelanggan besar agar bersedia menurunkan konsumsi listrik sementara waktu. 

Langkah itu dilakukan agar distribusi listrik kepada masyarakat dapat lebih optimal hingga seluruh pembangkit kembali beroperasi.

Editor : Sutrisno
listrik padam pln kalselteng