RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, PARINGIN - Pemerintah Kabupaten Balangan menetapkan Desa Mantuyan, Kecamatan Halong, sebagai desa percontohan pembinaan Tim Peningkatan Kualitas Keluarga Daerah (TPK2D). Langkah ini dilakukan untuk mempersiapkan desa menghadapi penilaian TPK2D tahun 2027.
Sebagai tindak lanjut, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3A P2KB PMD) Balangan memberikan pendampingan secara berkala.
Kepala DP3A P2KB PMD Balangan, Rahmadi, mengatakan Desa Mantuyan dipilih karena memiliki potensi yang besar, terutama dari keberagaman suku dan budaya masyarakatnya.
"Balangan telah mengikuti program TPK2D sejak 2020. Setelah meraih predikat Madya, kini Balangan meningkat ke kategori Utama. Melalui pembinaan di Desa Mantuyan, kami berharap prestasi tersebut dapat dipertahankan," ujarnya.
Pembinaan juga mendapat dukungan penuh dari Tim Penggerak PKK Kabupaten Balangan. Ketua I Bidang Pembinaan Karakter Keluarga TP PKK Balangan, Yanti Fauzi, menilai peningkatan kualitas keluarga hanya dapat dicapai melalui kolaborasi lintas sektor.
"TPK2D merupakan perpanjangan tangan pemerintah yang langsung bersentuhan dengan keluarga. Harapannya, lahir keluarga berkualitas yang memiliki ketahanan dari sisi fisik, ekonomi, sosial, hingga budaya," katanya.
Sementara itu, Camat Halong, Ardiansyah, meminta pemerintah desa aktif berkoordinasi dengan tim pembina serta menyiapkan seluruh data pendukung yang dibutuhkan dalam proses penilaian.
"Pemerintah desa diharapkan terus berkoordinasi dengan tim pembina. Data pendukung juga harus dipersiapkan dengan baik agar pembinaan ini memberikan hasil maksimal," pesannya.
Kepala Desa Mantuyan, Muslini, memastikan pihaknya siap membenahi administrasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik sebagai bagian dari persiapan menghadapi penilaian TPK2D 2027.
"Penunjukan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan, melengkapi administrasi, dan mempersiapkan Desa Mantuyan sebaik mungkin menghadapi penilaian TPK2D 2027," pungkasnya.
Editor : Eddy Hardiyanto