Antisipasi Bencana Sejak Dini, BPBD Balangan Gembleng Aparatur Desa dari Delapan Kecamatan

M Dirga • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 14:38 WIB
 PEMBINAAN MITIGASI: Suasana kegiatan pembinaan dan pengawasan Desa Tangguh Bencana yang digelar BPBD Kabupaten Balangan untuk membekali aparatur desa dari delapan kecamatan.
PEMBINAAN MITIGASI: Suasana kegiatan pembinaan dan pengawasan Desa Tangguh Bencana yang digelar BPBD Kabupaten Balangan untuk membekali aparatur desa dari delapan kecamatan.

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, PARINGIN - Ancaman banjir, tanah longsor, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih membayangi Kabupaten Balangan. Untuk memperkuat kesiapsiagaan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balangan membekali aparatur desa dari delapan kecamatan melalui program Desa Tangguh Bencana (DESTANA).

Kegiatan Pembinaan dan Pengawasan DESTANA 2026 digelar di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan, Senin (27/7/2026), dan diikuti perwakilan desa dari Kecamatan Paringin Selatan, Awayan, Lampihong, Tebing Tinggi, Paringin, Halong, Batumandi, serta Juai.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi tentang pemetaan wilayah rawan bencana, penyusunan rencana kontingensi, hingga pembentukan tim siaga di tingkat desa.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Balangan, Jumaidil Hairi, menegaskan kesiapan desa menjadi faktor utama dalam mengurangi dampak bencana.

"Bencana tidak bisa dicegah sepenuhnya, tetapi dampaknya bisa diminimalkan jika masyarakat dan pemerintah desa sudah siap. Melalui program DESTANA ini kami ingin memastikan setiap desa memiliki pemahaman yang sama, data risiko, dan rencana aksi ketika terjadi bencana," ujarnya.

Menurut Jumaidil, penanganan bencana tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah daerah. Karena itu, aparatur desa harus menjadi garda terdepan dalam membangun budaya sadar bencana di lingkungan masing-masing.

Ia juga meminta seluruh desa mengaktifkan kembali Tim DESTANA dan melengkapi dokumen standar operasional penanggulangan bencana agar penanganan di lapangan lebih terukur.

"Kami berharap setelah kegiatan ini aparat desa mampu menjadi motor penggerak dalam membangun budaya sadar bencana. Pemerintah daerah akan terus mendampingi dan melakukan pengawasan agar program ini berjalan berkelanjutan," katanya.

BPBD Balangan memastikan pembinaan dan evaluasi terhadap desa-desa peserta akan terus dilakukan. Langkah tersebut diharapkan mampu melahirkan desa yang lebih tangguh, siap menghadapi bencana, serta meminimalkan risiko korban jiwa maupun kerugian materi saat bencana terjadi.

Editor : Eddy Hardiyanto
aparatur desa BPBD Balangan antisipasi bencana