RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Binuang – Sinergi Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang kembali membuahkan hasil. Pelatihan Budidaya Kelapa Sawit Angkatan II Tahun 2026 resmi ditutup setelah berlangsung selama enam hari, 20–25 Juli 2026, dengan membekali 28 pekebun keterampilan teknis budidaya sawit yang berkelanjutan.
Pelatihan yang diselenggarakan Kementerian Pertanian melalui BBPP Binuang sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) itu menjadi penutup rangkaian program tahun 2026 yang diikuti total 57 peserta dari Kabupaten Barito Kuala dalam dua angkatan.
Selama pelatihan, peserta tidak hanya menerima materi di dalam kelas, tetapi juga dibekali praktik lapangan. Berbagai materi mulai dari regulasi dan kebijakan, persiapan benih dan bahan tanam, pengolahan lahan, teknik penanaman, pemupukan, pemeliharaan tanaman, pengendalian gulma, hingga penanganan hama dan penyakit disampaikan oleh para narasumber.
Untuk memperkuat pemahaman, peserta juga diajak melakukan kunjungan lapangan ke PT Perkebunan Nusantara IV Regional V di Kabupaten Banjar. Di lokasi tersebut, para pekebun melihat secara langsung penerapan pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang profesional dan sesuai standar.
Kepala BBPP Binuang, Andi Amal Hayat Makmur, mengatakan pelatihan tersebut tidak berhenti pada penyampaian teori semata, melainkan diharapkan mampu menghasilkan pekebun yang benar-benar terampil saat kembali ke daerah masing-masing.
"Harapannya, para peserta pelatihan dapat mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh di lapangan hingga benar-benar terampil," ujarnya.
Pada acara penutupan, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan, Hj. Suparmi, memberikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan pelatihan. Menurutnya, antusiasme peserta terlihat dari hasil evaluasi yang menunjukkan tingkat kepuasan dan pemahaman sangat tinggi.
"Kami sangat bangga dan mengapresiasi karena berdasarkan hasil evaluasi, tingkat kepuasan dan pemahaman peserta sangat tinggi, yakni mencapai skor 2,91 dari skala 3," katanya.
Ia berharap bekal pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan secara konsisten di kebun masing-masing sehingga berdampak pada meningkatnya produktivitas dan kesejahteraan pekebun kelapa sawit di Kalimantan Selatan.
Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara yang juga Widyaiswara BBPP Binuang, Tota Totor Naibaho, menjelaskan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar sesuai rencana.
"Tujuan utama penyelenggaraan pelatihan ini adalah sebagai wujud nyata dalam meningkatkan kompetensi dan profesionalisme pekebun kelapa sawit," ucapnya.
Berakhirnya Pelatihan Budidaya Kelapa Sawit Angkatan II sekaligus menutup rangkaian kolaborasi BPDP dan BBPP Binuang tahun 2026. Melalui program tersebut diharapkan lahir pekebun sawit yang semakin profesional, mampu menerapkan praktik budidaya yang baik, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mendukung peningkatan produktivitas perkebunan kelapa sawit rakyat secara berkelanjutan.
Editor : Nurhidayat